JOGJA - Dinas Perdagangan Kota Jogja telah menerima keluhan pedagang Pasar Sentul tentang sepinya pembeli di rooftop pujasera.
Instansi Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja itu sudah memiliki program promosi khusus lantai atas.
Kepala Bidang Pasar Rakyat Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Jogja Gunawan Nugroho Utomo mengatakan, pertamuan kepada para pedagang telah dilakukan. Salah satunya untuk membahas tentang program kolaboratif agar lantai atas bisa hidup.
“Nanti ada beberapa kegiatan yang akan coba kami kolaborasikan, kami juga sepakat untuk membuat beberapa aktivitas lagi bersama pedagang lantai tiga,” ujar Gunawan saat dikonfirmasi lewat pesan singkat, Senin (3/11/2025).
Adapun salah satu terobosan yang dilakukan adalah dengan mengadakan senam rutin di halaman rooftop.
Kegiatan itu dilaksanakan sepekan sekali dan diikuti oleh masyarakat sekitar Pakualaman.
Namun demikian, program itu dinilai sejumlah pedagang kurang optimal. Sebab para peserta senam cenderung membawa konsumsi sendiri.
Sehingga tidak ada transaksi jual beli antara pedagang dengan peserta senam.
Disinggung tentang hal itu, Gunawan tidak menampik, pihaknya pun akan segera berkomunikasi dengan peserta senam agar bisa membeli dagangan para pedagang pujasera di Pasar Sentul.
Agar kegiatan yang sudah ada bisa berdampak pada perekonomian pasar.
“Jika disampaikan baik-baik saya rasa peserta senam tentu juga akan paham,” katanya.
Baca Juga: Ditandu 24 hingga 30 Abdi Dalem, Peti Jenazah PB XIII Akan Melewati 499 Anak Tangga di Makam Imogiri
Keluhan terkait dengan kegiatan senam yang tidak terlalu berdampak pada omzet pedagang itu disampaikan oleh Anik.
Penjaga gerai Siomay Bandung Pak Tugiyat itu menyebut, kegiatan senam hanya membuat ramai halaman rooftop. Namun tidak berdampak ekonomi bagi pedagang.
Oleh karena itu, dia berharap, agar dinas bisa menjembatani antara kedua belah pihak supaya bisa saling menguntungkan.
Dalam arti, setiap kegiatan senam bisa melibatkan pedagang untuk kebutuhan konsumsi bagi peserta atau minimal tidak membawa konsumsi sendiri.
“Selama ini soalnya peserta senam membawa konsumsi sendiri, jadi tidak ada yang beli dagangan kami,” tambahnya. (inu/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita