JOGJA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memastikan program bantuan alokasi peralatan tanggap bencana di kalurahan/kelurahan bisa tetap berjalan di tahun 2026.
Sebanyak 15 Kalurahan Tanggap bencana (Kaltana) diproyeksikan mendapatkan 13 item peralatan kebencanaan di tahun 2026.
Kepala Pelakasana BPBD DIY Noviar Rahmad mengatakan saat ini DIY mulai memasuki musim hujan sejak dasarian III bulan Oktober-Desember menunjukkan potensi hujan lebat.
Potensi bencana yang melanda diantarannya terkait cuaca ekstrem, pohon tumbang, tanah longsor dan juga banjir.
Bencana tanah longsor paling tinggi ada di Kabupaten Kulon Progo.
“Tapi tidak menutup kemungkinan terjadi di pinggiran sungai, baik di wilayah perkotaan atau pedesaan,” ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (29/10/2025).
BPBD DIY selalu waspada untuk melakukan evakuasi terhadap kemungkinan-kemungkinan terjadinya bencana.
Baik dari segi kesiapan personil maupun anggaran.
Menurutnya, adanya pemangkasan dana transfer daerah tidak begitu berdampak signifikan terhadap anggaran penanggulangan bencana di DIY tahun depan.
“Khusus BPBD apabila terjadi bencana itu kan kami ada Dana BTT (Belanja Tidak Terduga) yang bia diakses ketika keadaan darurat,” bebernya.
Walaupun anggaran rutin relative minim, lanjutnya, dengan BTT ia merasa masih bisa mengoptimalkan penanganan kebencanaan.
Dana BTT tersebut hanya bisa dicairkan apabila BPBD menaikkan status kedaruratan bencana.
Selain kedaruratan bencana, BPBD DIY juga menjalankan program-program pendukung kesiapan personil dan masyarakat yang tergabung dalam Kalurahan Tangguh Bencana (Kaltana).
Setiap tahun dari BPBD DIY ada alokasi bantuan berupa peralatan tanggap bencana serta sosialisasi yang melibatkan masyarakat hingga tingkat kalurahan.
“Ada 15 Kaltana yang akan mendapatkan alat di tahun ini yang tersebar di DIY,” papar Noviar.
Program tersebut telah dilakukan dari tahun 2012.
Jumlahnya terus bertambah setiap tahunnya secara bertahap.
Targetnya, sebanyak 358 Kaltana di seluruh DIY semua bisa mendapatkan bantuan tersebut secara merata.
“Bantuannya peralatan berupa gergaji, cangkul, angkong, linggis, senso, tenda darurat dan sebagainya. Ada 13 item,” jelasnya.
Sebagai antisipasi tanah longsor di sekitar aliran sungai, BPBD juga memberikan bantuan berupa bronjong di beberapa daerah di DIY.
Mereka juga bekerjasama dengan BBWSO untuk pengadaan bronjong tersebut.
“Tahun 2025 ada 500 ditambah dari BBWSSO 3.500 bronjong yang sudah didistribusikan semua,” ucapnya. (oso)
Editor : Meitika Candra Lantiva