Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Modal Investasi Kecil, Peluang Usaha bagi  Masyarakat Pesisir Kembangkan Budidaya Udang Vannamei  Sistem Bioflok Memakai Kolam Terpal

Kusno S Utomo • Senin, 20 Oktober 2025 | 14:00 WIB
MUDAH DIAPLIKASIKAN: Budidaya udang vannamei sistem bioflok memakai kolam terpal memiliki sejumlah kelebihan. Budidaya ini diinisiasi Balai PTPB Dinas Kelautan dan Perikanan DIY.
MUDAH DIAPLIKASIKAN: Budidaya udang vannamei sistem bioflok memakai kolam terpal memiliki sejumlah kelebihan. Budidaya ini diinisiasi Balai PTPB Dinas Kelautan dan Perikanan DIY.

JOGJA - Udang vannamei sudah menjadi komoditas ekonomi. Permintaan untuk ekspor dan  industri domestik terus meningkat. Capaian ekspor udang vanamei menempatkan Indonesia di peringkat kelima eksportir terbesar dunia. Pangsa pasar utamanya Amerika Serikat dan Jepang.

“Kondisi tersebut mendorong petambak udang vannamei untuk meningkatkan kapasitas produksinya dengan berbagai teknologi pembesaran secara intensif,” ucap Kepala Seksi Pengembangan Teknologi Budidaya Air Payau Laut Balai Pengembangan Teknologi Perikanan Budidaya (PTPB) Dinas Kelautan dan Perikanan DIY Diduk K. Hendra kemarin (19/10).

Diingatkan, intensifikasi budidaya udang vanamei secara masif  yang tak memerhatikan daya dukung lingkungan menimbulkan berbagai permasalahan sehingga menyebabkan penurunan poduksi.

Limbah pakan dan feces yang tidak dikelola dengan baik mengakibatkan penurunan kualitas air serta pencemaran lingkungan. Limbah berupa NH3, feces, dan N-Organik ditambah dengan pathogen virulent berupa virus dan bakteri menyebabkan permasalahan penyakit serius.

“Itu berujung kematian massal dan kerugian secara materi,” terang Diduk.

Pakan udang vanamei menempati unsur pokok produksi dengan biaya hingga 60 persen. Harga pakan fungsionali kian meningkat.

Ini harus diikuti dengan sistem budidaya yang efisien dan ramah lingkungan agar menghasilkan produk berkualitas. Memiliki harga pokok produksi (HPP) yang lebih rendah.

Lahan pembesaran udang vanamei dan sumber air berkualitas yang terbatas juga menjadi kendala utama pelaku budidaya.

Menyikapi iu Balai PTPB Dinas Kelautan dan Perikanan DIY membuat terobosan dengan mengembangkan budidaya udang vanamei  sistem bioflok menggunakan kolam terpal.

Menurut Diduk, sistem bioflok merupakan budidaya yang ramah lingkungan. Semua limbah berupa ammonia, feces, sisa pakan, dan bahan organik diolah menjadi bahan pakan alami. Kaya nutrisi untuk udang vanamei.

Berdasarkan penelitian, lanjut Diduk,  floc tersusun atas mikroorganisme fitoplankton, zooplankton, dentritus, bakteri, jamur, dan protozoa.

Kandungan nutrisi bioflok dengan protein terdiri atas 59,76 persen, lipid  4 persen, fiber  9,84 persen dan BETN  5,37 persen. Ditambah karbohidrat  15,21 persen dan abu 21,03 persen.

Prinsip sederhana dari sistem bioflok adalah pengadukan dan pencampuran bahan organik dengan bakteri probiotik bacillus substilis.

Probiotik bacillus substilis menyediakan substrat penempelan untuk mikroorganisme lain dan bahan organik.

Kinerja probiotik ini  didukung oleh rasio karbon dan nitrogen dalam kisaran perbandingan 15-20.  Ada sejumlah kelebihan budidaya udang vanamei sistem bioflok memakau kolam terpal.

Di antaranya, pertama, menghemat pakan karena hasil pengolahan limbah dengan probiotik menghasilkan pakan alami yang bernutrisi tinggi untuk udang.

Kedua, ramah lingkungan karena feces dan ammonia disintensis oleh probiotik menjadi senyawa yang tidak berbau dan tidak mencemari.

Keempat, hemat dalam penggunaan air media budidaya karena tidak ada pergantian air (zero water exchange).  “Keempat, cocok untuk diaplikasikan di lahan terbatas karena menggunakan kolam terpal,” lanjut Diduk.

Beberapa kelebihan itu menjadi peluang usaha yang aplikatif untuk masyarakat pesisir. Budidaya udang vanamei dapat dilakukan dengan modal investasi yang lebih kecil menggunakan kolam terpal.

“Itu menjadi harapan baru masyarakat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraannya,” paparnya. (kus)

 

Editor : Herpri Kartun
#Dinas Kelautan dan Perikanan DIY #Udang Vannamei #Kolam Terpal