Edisi keempat ajang lari tahunan itu, yang tahun ini mengusung tema Running With Heart, Explore the Culture.
Bank BPD DIY Malioboro Run tahun ini menjadi semakin istimewa karena telah mendapat standarisasi rute even dari Association of International Marathons and Distance Races (AIMS World Running), lembaga internasional yang menaungi ajang lari maraton dunia.
Direktur Utama Bank BPD DIY Santoso Rohmad mengatakan, even ini tidak hanya menjadi ajang olahraga semata. Tetapi juga sarana untuk menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi di Yogyakarta.
”Harapan kami mereka datang ke sini dua malam tiga hari. Ada spending untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi. Saya kira multiplier effect-nya bagus,” ucap Santoso.
Ia menjelaskan, dari 7.000 peserta yang ada, sekitar 73 persen di antaranya berasal dari luar DIY. Banyak peserta datang bersama keluarga sehingga memberi dampak ekonomi yang signifikan bagi sektor perhotelan hingga perdagangan.
”Untuk hotel saja paling tidak sudah Rp1 juta - Rp1,5 juta. Belum termasuk mereka belanja lainnya,” tambahnya.
Menurut Santoso, sebagian besar peserta tahun ini adalah mereka yang sudah pernah mengikuti Bank BPD DIY Malioboro Run pada tahun-tahun sebelumnya.
Kehadiran tokoh-tokoh nasional dan daerah turut menambah semarak perhelatan yang berlangsung sejak subuh di kawasan Malioboro itu.
”Alhamdulillah acaranya lancar. Terima kasih kepada semua pihak, termasuk Pemprov DIY, kapolda untuk pengamanan, teman-teman KONI juga terima kasih atas dukungannya,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, sebelum melepas peserta kategori 5K, Gubernur DIY Hamengku Buwono X turut memberikan pesan agar para pelari berhati-hati di jalur lomba dan mengenali kemampuan masing-masing.
”Harapan saya bisa menyelesaikan, tapi kalau gak kuat jalan saja. Hanya anda sendiri yang bisa menjaga kemampuannya, semoga semua bisa sampai finish,” pesannya.
Suasana kawasan Malioboro Minggu pagi begitu meriah. Ribuan peserta dengan berbagai kostum dan semangat tinggi memadati titik start, memeriahkan tiga kategori lomba yaitu 5K, 10K, dan half marathon (21K).
Salah seorang peserta kategori 10K asal Bandung Dewi Anjani mengaku senang bisa mengikuti ajang ini untuk kali pertamanya.
Selain rute yang menantang, ia terkesan dengan suasana khas Yogyakarta yang menyambut peserta dengan keramahan.
”Seru banget, panitianya rapi dan warga Jogja juga ramah. Saya suka karena bisa lari sambil menikmati suasana kota. Apalagi lewat Malioboro pagi-pagi, ternyata rasanya istimewa,” ungkap Dewi. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun