Mereka antusias mengikuti Bank BPD DIY Malioboro Run 2025 yang digelar Bank BPD DIY dengan kategori 5 km, 10 km, dan half marathon atau 21 km.
Dari ribuan peserta, ada beberapa yang mengenakan kostum unik dan menjadi pusat perhatian.
Salah seorang yang cukup mencuri perhatian adalah Made Tozan Mimba. Pria asal Bali ini mengikuti Bank BPD DIY Malioboro Run dengan kostum adat Pulau Dewata.
Tozan mengungkapkan, ia memakai kostum seperti itu sebagai bagian dari personal branding. Ia membawa misi untuk memperkenalkan budaya Bali atau budaya Indonesia secara umum.
Diakui, targetnya nanti adalah bisa berlari di event World Major Marathon (WMM) sepanjang 42 km, dengan kostum adat atau budaya Indonesia.
”Saya tidak mengejar best kostum atau podium. Tapi lebih kepada misi mengenalkan budaya Indonesia kepada khalayak yang lebih luas,” katanya.
Pria yang berprofesi sebagai dokter gigi itu merinci, Bank BPD DIY Malioboro Run adalah even lari ke-38 yang diikutinya. Menariknya, ia baru fokus mengikuti lomba lari pada tahun ini, tepatnya sejak Januari lalu.
”38 kali race itu semuanya tahun ini. Untuk pakai kostum adat sendiri, kalau tidak salah saya sudah 13 atau 14 kali,” ungkapnya.
Untuk pakaian yang dikenakan, Tozan menerangkan garis besarnya ia menggunakan tema pewayangan. Mulai baju yang dipakai khas Bali dan menggunakan gelung khas Gatotkaca, termasuk juga ia menggunakan selendang.
”Ini ada khas Balinya, tapi juga ada kombinasi dengan karakter pewayangan. Sepanjang race tadi saya tidak banyak lihat yang pakai kostum seperti ini,” lontarnya.
Baca Juga: Ganyang 3-0 Persipal Palu di Kandangnya, PSS Sleman Raih Quattrick Kemenangan Championship 2025/2026
Pada gelaran Bank BPD DIY Malioboro Run itu, Tozan sendiri mengikuti kategori 10 km dengan catatan waktu 50 menit. Adapun secara akumulatif bobot dari kostum yang dipakainya mencapai 8 kg.
”Saya ingin buktikan, meski saya pakai kostum saya bisa berlari dengan cepat. Saya persiapkan kostum ini sejak sebelum Subuh, tidak terlalu lama karena memang sudah terbiasa pakai,” ulasnya.
Ia mengatakan, ini merupakan kali pertamanya ikut lomba lari di Kota Jogja. Ia menilai Bank BPD DIY Malioboro Run cukup istimewa. Sebab ia akhirnya memiliki pengalaman untuk berlari di kawasan heritage tengah Kota Jogja.
”Ini cukup spesial, rasanya seperti kembali pulang ke Jogja. Karena dulu saya kuliah di FKG UGM. Rasanya senang dan banyak kenangan,” bebernya. (iza/laz)
Editor : Herpri Kartun