JOGJA - Peristiwa Gerakan 30 Semptember Partai Komunis Indonesia (G30SPKI) tahun 1965 menjadi peristiwa yang menggemparkan Indonesia. Adanya dugaan kudeta PKI kepada Pemerintah Indonesia saat itu menimbulkan gejolak yang menyebabkan kematian dari kedua belah pihak hingga tergerusnya ideologi Pancasila. Upaya pemerintah untuk kembali menggaungkan ideologi Pancasila dan menghilangkan komunis di masyarakat pun santer dilakukan.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Lilik Andi Aryanto mengatakan upaya menyebarluaskan ideologi pancasila kepada masyarakat dulu, salah satunya dilakukan dengan penataran Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4). Program tersebut merupakan indoktrinasi wajib yang dilakukan pada masa Orde Baru.
"Itu dilaksanakan oleh Badan Pembinaan Pendidikan Pelaksanaan Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (BP7)," ujarnya saat dihubungi melalui sambungan telepon, Selasa (30/9/2025).
Selain itu, pada masa Orde Baru juga diberlakukan kebijakan penelitian khusus (litsus) untuk membersihkan aparatur negara, sipil maupun militer, dari anasir komunis. Skrining ini dikenal dengan kebijakan bersih diri dan bersih lingkungan. Program tersebut dilakukan oleh Direktorat Sosial Politik (Sospol).
"Dulu untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) harus melalui litsus itu tadi untuk skrining apakah calon PNS terafiliasi dengan PKI atau tidak," bebernya.
Ia dulu juga merasakan pengalaman tersebut ketika dirinya mendaftar sebagai PNS. Litsus dilakukan sampai pada keluarga dan lingkungan sekitar calon pegawai.
"Program itu sudah tidak ada saat ini, seinget daya detelah reformasi 1998 sudah tidak ada aturan untuk melakukan itu," tegasnya.
Kini, sebagai upaya menhuatkan ideologi Pancasila, Bakesbangpol melaksanakan beberapa program. Diantaranya dengan melakukan sosialisasi bertajuk Sinau Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika untuk wilayah DIY.
"Kami menyasar masyarakat dari berbagai unsur baik pemuda maupun tokoh-tokohnya," jelasnya.
Program untuk menganasir ideologi komunis seperti litsus kini sudah dihilangkan sepenuhnya. Menurutnya, saat ini diganti program-program yang bersifat pencegahan.
"Program sinau Pancasila tahun ini sudah tergelar sebanyak 78 kali,sedangkan Sinau Bhineka Tunggal Ika 76 kali dilakukan di seluruh wilayah DIY," tegasnya.
Pada hari Kesaktian Pancasila yang jatuh 1 Oktober besok,lanjutnya, Pemprov DIY menggelar beberapa acara yakni tirakatan, upacara Belanda dan program-program lainnya untuk menguatkan kembaki ideologi Pancasila kepada masyarakat. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin