JOGJA - Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja resmi meluncurkan Tim Reaksi Cepat Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) Senin (22/9). Sehari setelahnya, program tersebut langsung banjir permintaan dari masyarakat.
Ketua Tim TRC JOS Pramu Haryanto mengatakan, pihaknya sudah ada menerima sekitar 70 permintaan Selasa (23/9). Namun, tidak semua laporan berupa permintaan penjemputan sampah.
Sebab, kata Pramu, mayoritas masih bertanya-tanya soal jenis sampah yang bisa dijemput atau dibuang lewat petugas TRC Mas Jos. Misalnya apakah bisa membuang botol bekas, baju bekas, sampai kayu yang sudah dibakar.
“Kalau botol dan baju bekas kami mengarahkannya ke bank sampah,” ujar Pramu saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon Selasa (23/9).
Pramu mengungkap, dari total 70 laporan ke TRC Mas Jos sudah ada 12 permohonan yang ditindaklanjuti. Namun bentuknya masih dalam tahap verifikasi dan belum sampai ke penjemputan sampah.
Dia menyebut, proses verifikasi penting untuk menentukan jadwal pengambilan sampah. Sebab jika satu titik pengambilan berdekatan dengan titik lain, maka pengangkutan bisa dilakukan dengan satu armada. “Jika lokasinya tersebar, maka personelnya harus kami bagi-bagi,” jelas Pramu.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, TRC Mas Jos hadir untuk mengatasi permasalahan sampah yang sulit dibuang. Seperti bantal, guling, dan kasur bekas. Serta sisa-sisa pemangkasan pohon.
Hasto menyatakan, bagi masyarakat yang ingin memanfaatkan TRC Mas Jos, bisa langsung menghubungi nomor 081170005555. Pelayanannya dibuka dari Senin hingga Jumat dari pukul 08.00-15.00.
Pada TRC Mas Jos, enam armada kendaraan roda tiga telah disiapkan. Maksimal waktu penjemputan sampah adalah 2x24 jam setelah pengajuan. (inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita