Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Demo Pati Terus Berlanjut, Warga Bersiap Turun ke Jalan Lagi 19 September

Bahana. • Kamis, 18 September 2025 | 22:09 WIB
Demo Pati, 13 Agustus 2025 yang dipicu kebijakan Bupati Pati yang menaikkan pajak PBB-P2 hingga 250 persen.
Demo Pati, 13 Agustus 2025 yang dipicu kebijakan Bupati Pati yang menaikkan pajak PBB-P2 hingga 250 persen.

RADAR JOGJA - Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) dijadwalkan kembali menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Kabupaten Pati, Jawa Tengah, pada Kamis (19/9/2025).

Demo di Pati digelar untuk mendukung Pansus Hak Angket DPRD Pati yang sedang berupaya memakzulkan Bupati Sudewo.

Aksi ini awalnya akan dilakukan di Kantor DPC Partai Gerindra dan PDIP Pati, tetapi kemudian dipusatkan di depan Gedung DPRD Pati.

Penanggung jawab aksi, Suharno, menjelaskan bahwa perubahan lokasi demo sudah diberitahukan ke Polresta Pati lewat surat pada Selasa sore (16/9/2025).

“Kami ubah lokasinya jadi di depan Gedung DPRD Pati. Daripada kami ngoyoworo di berbagai tempat, fokus saja di satu titik. Konteksnya juga jelas, kami mengawal Pansus Hak Angket,” kata Suharno.

Masyarakat Pati Bersatu tetap bersatu untuk melengserkan Bupati Sudewo. Demonstrasi di depan Gedung DPRD Pati besok bertujuan mendukung Pansus Hak Angket dalam langkah pemakzulan.

Namun, Koordinator AMPB, Teguh Istiyanto, menyampaikan bahwa pihaknya akan menimbang ulang rencana tersebut.

“Demo tanggal 19, kami masih mempertimbangkan ulang. Tapi memang surat sudah masuk. Nanti kami telisik lagi apakah kami harus lakukan aksi, atau cukup audiensi, atau cukup bersurat, nanti kami timbang-timbang lagi. Kami akan ada pertemuan lebih lanjut,” ucapnya di Gedung DPRD Pati, Senin (15/9/2025).

kurang-lebih 500 orang yang akan mengikuti aksi tersebut. Nantinya akan ada orasi, penggunaan alat peraga dan pengeras suara, serta audiensi dengan Pansus.

Koordinator aksi, Teguh Istiyanto membenarkan adanya rencana demo tersebut. Demo ini dilakukan untuk menekan Partai Gerindra agar segera memecat Bupati Pati Sudewo sebagai kadernya.

”Karena Pak Sudewo ini dari Gerindra. (Demo ini) khusus menekankan partai itu bagi kami bukan apa-apa. Kalau memang ada kader membuat citra buruk ada membackingi silahkan. Apapun kesalahan tetap kesalahan partai,” ujar Teguh, Selasa (16/9/2025).

Selain menekan Partai Gerindra Pati, Masyarakat Pati Bersatu juga akan mendesak PDIP. Mereka meminta agar Bandang Teguh Waluyo tetap menjabat sebagai Ketua Pansus pemakzulan Bupati Sudewo.

Teguh menyampaikan kekhawatirannya jika terjadi perubahan pada posisi Ketua Pansus.

“Kekhawatiran kami, ada suatu tujuan kenapa diganti. Mungkin ada pesanan, intrik, atau strategi tertentu,” ujar dia.

Ia menambahkan, Teguh Bandang dinilai memiliki kinerja baik sebagai Ketua Pansus Hak Angket.

Dia juga membantah tuduhan terkait AMPB diisi oleh "orang-orang" Bandang.

"Kalau ada isu yang mengatakan saya anak buah Pak Bandang, maaf, saya bukan anggota partai. Saya dari AMPB."
"Anggota partai mana pun, kalau memang dia benar, saya akan membela. Kalau memang salah, kami nyatakan salah. Kami ini netral, murni dari masyarakat," ucapn dia.

Menurut Joni Kurnianto selaku Wakil Ketua Pansus, ia belum mendengar kabar soal pergantian ketua pansus.

Dengan adanya berbagai dinamika tersebut, rencana demonstrasi pada 19 September 2025 akan menjadi momentum penting bagi Masyarakat Pati Bersatu dalam menyuarakan aspirasinya.

Penulis: Adella Haviza

Editor : Bahana.
#demo pati #turun ke jalan