JOGJA - Roy Suryo bersama Rismon Sianipar dan Tiffauzia Tiyassuma atau yang dikenal dengan RRT akan segera meluncurkan buku baru. Lanjutan dari buku Jokowi’s White Paper. Membahas soal pendidikan sang anak yang tak kalah parah dari ayahnya.
“Tentang orang yang lagi menjabat sekarang. Gitu ya clue-nya,” sebut Roy Suryo saat bedah buku Jokowi’s White Paper di UII Jalan Cik Di Tiro Kamis (11/9).
Buku baru tersebut, akan dibuat secara ilmiah. Sama seperti buku Jokowi’s White Paper. Membahas soal bagaimana gelar insinyur dan kesarjanaan dari seseorang yang pernah memimpin selama lebih dari 10 tahun. “Ditambah dengan dia gubernur dan wali kota, ya,” lontar pakar telematika ini.
Bedah buku ketiga yang dilakukan usai Jakarta dan Solo, Roy Suryo menyebut pemilihan UII bukan tanpa sebab. Di sini, lanjutnya, pertama kali Joko Widodo menyebut soal indeks prestasi kumulatif (IPK) miliknya kurang dari dua.
Sementara itu, Tiffauzia Tiyassuma menyebut, buku berisi 700 halaman ini adalah upaya untuk menuntut pertanggungjawaban yang bersangkutan. Karena menggunakan dokumen yang tidak otentik untuk meraih jabatannya. Dari jabatan itu, fasilitas yang kini diraihnya bisa dinikmati sampai akhir hayat. “Tidak hanya dinikmati sendiri, namun juga keluarganya, anaknya, menantunya, ponakannya,” ucapnya.
Sebagai warga negara yang membayar pajak, Tifa justru mempertanyakan soal boleh atau tidaknya penelitian dan investigasi atas dokumen tersebut. “Fasilitas (yang dinikmati Jokowi dan keluarga, Red) itu semua dari pajak yang kita bayarkan,” serunya.
Pantauan Radar Jogja, bedah buku membahas kajian digital forensik ijazah Jokowi. Berupa analisis watermark, tanda tangan, dan struktur dokumen menggunakan metode seperti Error Level Analysis dan RGB/CMYK comparison. (aga/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita