PERAYAAN Gebyar Keistimewaan 13 Tahun Undang-Undang Keistimewaan DIY di Alun-Alun Wonosari membawa berkah para pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Sejumlah pedagang mengaku merasakan lonjakan omzet signifikan berkat ramainya pengunjung yang datang untuk memeriahkan 13 tahun UUK DIY ini.
Salah satunya dialami pemilik Angkringan Pak Mun, Tri Aprilia asal Bangunjiwo, Kasihan, Bantul. Ia rela mengangkut gerobak angkringannya ke Gunungkidul demi membuka stan di arena acara. Usahanya tidak sia-sia. Sejak hari pertama, lapak angkringannya dipadati pengunjung.
istimewa
”Alhamdulillah dagangan saya laris manis. Dalam sehari bisa lebih dari 100 pembeli dan kemarin omzet bersih sampai Rp1 juta,” ungkap Tri saat ditemui di lapak bazar miliknya, Minggu (31/8).
Harga yang terjangkau menjadi daya tarik angkringannya. Ia tetap menjual nasi kucing seharga Rp 3.000. Begitu juga aneka gorengan dijual Rp 1.000, sama dengan harga saat ia berjualan di Bantul.
”Saya tidak menaikkan harga, meski jualan di event besar. Menu lengkap angkringan tetap tersedia. Ada sate telur puyuh, usus, gorengan, sampai minuman hangat. Jadi pengunjung bisa santai makan sambil menikmati acara,” tambahnya.
Tidak hanya kuliner angkringan, minuman tradisional juga ikut meramaikan acara. Rizky Maulana Nugraha, pemilik Jamu Zona Ndeso dari Patuk mengaku menargetkan penjualan 60 botol jamu per hari. Namun di hari pertama baru 30 botol yang terjual.
”Memang belum sesuai target, tapi saya tetap bersyukur. Jamu yang saya bawa seperti beras kencur dan kunyit asem terutama disukai kalangan usia 25 tahun ke atas. Ini juga bagian dari cara saya ikut merayakan keistimewaan Yogyakarta,” ujarnya.
Dampak positif juga dirasakan para pedagang kaki lima (PKL) di sekitar Alun-Alun Wonosari. Salah seorang PKL Among Prakoso menyebut, sejak digelarnya acara ini pendapatan pedagang pinggiran meningkat signifikan.
Menurutnya, Gebyar Keistimewaan ini menjadi bukti bahwa peringatan UUK tidak hanya menghadirkan hiburan rakyat, tetapi juga memberi dampak nyata pada geliat ekonomi masyarakat kecil. Bagi UMKM hingga PKL, Among mengaku acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan juga ladang rezeki. (bas/laz)
Editor : Herpri Kartun