JOGJA - Program Masyarakat Jogja Olah Sampah (Mas Jos) yang tengah digembar-gemborkan Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja mendapat sorotan legislatif. Salah satunya dari Anggota Komisi C DPRD Kota Jogja Sigit Wicaksono.
Sigit mengatakan, program Mas Jos harus benar-benar dilaksanakan serius oleh Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo bersama dengan jajarannya. Hal tersebut penting agar tidak hanya jadi sekedar jargon saja seperti program-program sebelumnya.
Baca Juga: Merasa Dikhianati, Gadis Bantul Tempuh Jalur Hukum Usai Ditinggalkan Kekasih saat Hamil
Misalnya, seperti Mbah Dirjo atau Organikkan Jogja yang sebelumnya sudah dikenalkan kepada masyarakat. Namun implementasinya tidak memiliki dampak signifikan untuk mengurangi produksi sampah di Kota Jogja.
Sigit menilai, agar program Mas Jos benar-benar bisa berjalan maksimal tentu dibutuhkan sosialisasi yang masif. Kemudian juga harus diberi dukungan dari pemerintah.
Baca Juga: Anggaran Subsidi untuk Trans Jogja dari APBD DIY Dikurangi, PT AMI Diminta Cari Iklan
Contohnya seperti pemerintah harus bisa membantu pembangunan biopori di masing-masing kelurahan atau RW. Sehingga dapat membantu pengolahan sampah organik masyarakat. Lalu juga bank-bank sampah harus dihidupkan kembali agar dapat optimal menampung sampah anorganik.
“Pemkot harusnya proaktif menyediakan fasilitas di setiap RW atau kelurahan, jangan hanya mengandalkan inisiatif mandiri dari warga,” ujar Sigit saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon Selasa (26/8).
Politisi Partai Nasdem ini juga memberi catatan agar program Mas Jos bisa berjalan optimal. Pertama, pemkot sudah saatnya untuk memperkuat sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat secara intensif. Lalu kedua, juga harus memastikan ketersediaan fasilitas pengolahan sampah bagi masyarakat.
Baca Juga: Anggaran Subsidi untuk Trans Jogja dari APBD DIY Dikurangi, PT AMI Diminta Cari Iklan
Sigit yakin, jika rekomendasi tersebut benar-benar dijalankan oleh pemkot maka program Mas Jos bisa bergulir efektif. Lalu dapat menjadi solusi nyata penanganan masalah sampah di Kota Jogja.
"Kami akan terus mengawasi dan mendorong Pemkot Jogja untuk serius menggarap program ini,” tegas Sigit.
Sebelumnya, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, program Mas Jos diyakini mampu mereduksi sampah hingga 48 ton per hari. Jumlah itu sekitar 20 persen dari produksi sampah harian Kota Jogja yang jumlahnya mencapai 240 ton.
Hasto membeberkan, program Mas Jos memiliki lima langkah penting. Di antaranya memilah sampah sesuai jenisnya, lalu membawa sampah anorganik ke bank sampah sampah atau pengepul.
Selain itu, juga dilakukan dengan mengolah sampah organik dengan metode biopori dan sebagainya. Kemudian tidak meninggalkan sisa makanan dan menggunakan wadah berulang.
Baca Juga: Pemkot Jogja Sebut Kerukunan Umat Beragama Jadi Kunci Atasi Masalah Sampah di Sungai
Hasto memastikan, pemkot akan terus mendukung agar program Mas Jos. Misalnya dengan memperbanyak biopori jumbo di tiap kelurahan. Sehingga bisa menjadi wadah pengolahan sampah organik rumah tangga.
Penyediaan biopori jumbo itu bisa diwujudkan dengan gotong royong beberapa rumah tangga. Skemanya satu biopori jumbo untuk beberapa rumah. Serta juga bisa dikerjasamakan dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan.
“Setiap unit rumah tangga setidaknya harus mampu melakukan langkah pertama, kedua dan ketiga Mas Jos,” tegas Hasto. (inu)
Editor : Sevtia Eka Novarita