Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

UMY dan Lima Kampus Luar Negeri Ungkap Sisi Lain Kotagede Lewat Pameran Foto Dokumenter

Iwan Nurwanto • Rabu, 6 Agustus 2025 | 22:44 WIB
Pengunjung mengamati karya foto yang dipajang dalam pameran foto dokumenter bertajuk Heritage Charm Form Multicultural Lens di kompleks Masjid Gede Mataram, Kotagede, Rabu (6/8/2025).
Pengunjung mengamati karya foto yang dipajang dalam pameran foto dokumenter bertajuk Heritage Charm Form Multicultural Lens di kompleks Masjid Gede Mataram, Kotagede, Rabu (6/8/2025).

JOGJA - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) bersama dengan lima kampus luar negeri menggelar pameran foto dokumenter bertajuk Heritage Charm From Multicultural Lens.

Kegiatan tersebut dilaksankan di Pelataran Masjid Gede Mataram Kotagede, Kota Jogja pada Rabu (6/8/2025).

Person in Charge (PIC) Pameran Foto Heritage Charm From Multicultural Lens Senja Yustitia mengatakan, pameran tersebut memiliki misi untuk mengangkat budaya di Kotagede dari perspektif multikultural.

Sehingga foto-foto yang dipamerkan pun tidak hanya sekedar destinasi wisata di Kotagede.

Namun juga mengulas berbagai hal-hal unik yang ada di sisi selatan Kota Jogja itu.

Misalnya seperti kehidupan sehari-hari masyarakat. Serta berbagai sejarah lain yang kemungkinan belum diketahui oleh banyak orang.

Senja membeberkan, ada 40 foto dengan lima topik berbeda yang ditampilkan dalam pameran itu.

Pesertanya sebanyak 25 mahasiswa dan 17 di antaranya merupakan mahasiswa luar negeri.

Berasal dari tiga universitas Malaysia dan dua universitas Filipina.

“Tujuannya kami ingin meng-capture Kotagede secara multikultural,” ujar Senja saat ditemui di sela pameran.

Menurut dia, lewat pameran foto itu pihaknya ingin mengangkat warisan budaya di Kotagede lewat ilmu antropologi.

Baca Juga: Retret Kadin di Akmil Magelang, Polisi Lakukan Pengalihan Arus untuk Antisipasi Kepadatan

Sehingga foto-foto yang ditampilkan pun mengangkat tema tentang sejarah dan sosial budaya masyarakat.

Misalnya seperti tentang bagaimana usaha kerajinan perak berjalan, lalu bagaimana proses usaha kuliner tradisional kipo, kemudian makna busana bahasa Jawa yang selama ini jadi ikon Kotagede, bangunan-bangunan bersejarah, serta jamu tradisional.

Senja pun mengungkap, pembuatan foto dokumenter itu juga melalui proses panjang.

Lantaran para peserta memulai kegiatan dari tanggal 28 Juli 2025 lalu.

Dalam sehari para peserta berjalan dari 4 hingga 5 kilometer.

“Untuk yang dikunjungi tidak destinasi wisata tapi penanda-penanda sejarah Kotagede,” katanya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#heritage #Universitas Muhammadiyah Yogyakarta #penyaluran bantuan insentif Guru Non ASN #UMY #Senja Yustitia #fotografi #kotagede