Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kota Jogja Tuan Rumah Spogomi World Cup 2025 Festival Memungut Sampah, Pemenang Akan Dikirim ke Jepang

Heru Pratomo • Senin, 4 Agustus 2025 | 06:45 WIB

Pelajar di Kota Jogja melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Kotabaru, Kota Jogja, beberapa waktu lalu.
Pelajar di Kota Jogja melakukan aksi bersih-bersih di kawasan Kotabaru, Kota Jogja, beberapa waktu lalu.
 

 

 

 

JOGJA - Persoalan sampah di Kota Jogja dijawab dengan bersama-sama melakukan aksi reresik. Bahkan pada Minggu (24/8) bertempat di Alun-Alun Kidul akan menjadi tuan rumah Japan Foundation Spogomi World Cup 2025 Indonesia Qualifier.

Sebuah kompetisi kebersihan yang kini menjadi simbol global kepedulian terhadap lingkungan sekaligus daya tarik wisata yang segar dan inspiratif.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian Road to Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF). Melalui festival ini mengajak masyarakat dan wisatawan untuk kembali merenungi nilai-nilai dasar yang membentuk keindahan sebuah kota, kebersihan, kebersamaan, dan kesadaran ekologis.

Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menilai, Spogomi sejalan dengan Gerakan Merdeka Sampah serta visi JCWF dalam mengangkat tujuh dimensi wellness, termasuk dimensi lingkungan.

“Apa yang kita buang mencerminkan cara kita memandang dunia. Menjaga kebersihan bukan sekadar urusan teknis, melainkan bentuk dari peradaban,” ujar Hasto, Sabtu (2/8).

 

Spogomi bukan sekadar lomba kebersihan. Tapi masyarakat diajak untuk merayakan kehidupan secara holistik. Dari aktivitas fisik, sosial, hingga spiritualitas ekologis. Seluruh rangkaian acara terbuka untuk umum dan inklusif bagi semua kalangan.

Lebih dari sekadar festival, kegiatan ini, lanjut Hasto, menjadi momentum bagi masyarakat untuk bergerak bersama dalam menjaga bumi, sembari menikmati keberagaman budaya dan kebahagiaan kolektif. Jogja ingin menunjukkan bahwa pariwisata bukan hanya tentang menikmati tempat, tetapi juga memberikan makna dan kontribusi.

“Kami mungkin tidak bisa membersihkan dunia dalam sehari, tapi kita bisa memulai hari ini dengan satu langkah, satu tindakan, dan satu semangat bersama,” jelas Hasto.

Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) DIJ Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Bendara menambahkan, kebersihan lingkungan adalah fondasi dari pariwisata berkelanjutan. Spogomi, kata dia, bukan hanya tentang memungut sampah.

“Tetapi membangun kesadaran bersama untuk menjaga bumi dan memperkuat citra Jogja sebagai destinasi wellness yang holistik,” tutur GKR Bendara.

 

Nama Spogomi berasal dari gabungan kata sport dan gomi atau sampah dalam bahasa Jepang. Di balik kompetisi ini tersimpan filosofi mendalam, yaitu tindakan kecil seperti memungut sampah adalah bentuk cinta terhadap bumi dan cinta ini layak untuk dirayakan dalam sebuah festival.

 

Dalam kompetisi ini, para peserta akan berlomba mengumpulkan dan memilah sampah di ruang publik, mengubah aktivitas sederhana menjadi aksi nyata yang penuh makna. Pemenang akan mewakili Indonesia di ajang Spogomi World Cup 2025 yang digelar di Jepang pada  27–31 Oktober 2025.

Editor : Heru Pratomo
#Kota Jogja #hasto wardoyo #festival #world cup #memungut sampah #jepang #Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) #GKR Bendara #spogomi