Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Fikhri Astina Tasmara, Lulusan Termuda Program Doktor Fisika UGM di Usia 25 Tahun, Senyum Mendiang sang Ayah Jadi Motivasi

Fahmi Fahriza • Sabtu, 2 Agustus 2025 | 02:15 WIB

 

TERMUDA: Fikhri Astina Tasmara yang baru saja wisuda di UGM dan berhasil menyelesaikan S3 di usia 25 tahun
TERMUDA: Fikhri Astina Tasmara yang baru saja wisuda di UGM dan berhasil menyelesaikan S3 di usia 25 tahun

JOGJA - Fikhri Astina Tasmara, perempuan asal Makassar, Sulawesi Selatan, mencatatkan prestasi membanggakan sebagai lulusan termuda Program Studi Doktor Fisika FMIPA UGM. Ia meraih gelar doktor di usia 25 tahun 8 bulan dengan IPK 3,80, hanya dalam waktu 2 tahun 10 bulan.

 

Bagi Fikhri, melanjutkan studi doktoral bukan hanya sekadar mengejar gelar. Melainkan juga bentuk kontribusi nyata pada perkembangan ilmu pengetahuan. "Saya percaya pendidikan bukan segalanya, tetapi menjadi kunci untuk membuka banyak kesempatan," tuturnya Jumat (1/8).

Baca Juga: Puji Peran UGM, Ramos Horta Sebut Ada Ribuan Warga Timor Leste Lulusan UGM
Sejak kecil ia tumbuh dalam keluarga yang menjunjung tinggi nilai pendidikan. Mengaku banyak terinspirasi oleh kakaknya sendiri yang penuh dedikasi dalam menempuh pendidikan. "Melihat kakak saya sukses, saya merasa termotivasi untuk menyelesaikan studi saya dengan cara yang sama," ungkapnya.


Dalam perjalanannya, Fikhri menempuh pendidikan S1 di Universitas Hasanuddin jurusan Fisika pada 2017-2021. Selanjutnya master atau S2 di UGM rentang Agustus 2021 hingga Juli 2022. Hal itu karena kecintaannya pada mata pelajaran tersebut sejak SMP.


Sejurus kemudian ia melanjutkan ke Program Doktor Fisika di UGM yang dinilainya menawarkan lingkungan riset yang aplikatif dan berdampak bagi masyarakat.

fiBaca Juga: Pemkot Jogja Wacanakan Malioboro Full Pedestrian, Pakar UGM: Tidak Bisa Langsung Permanen, Harus Bertahap
Keberhasilannya tak lepas dari dukungan keluarga, terutama ibunya dan saudara-saudaranya. Ia juga selalu teringat akan senyum mendiang ayahnya saat meraih peringkat satu semasa sekolah, yang menjadi motivasi tersendiri untuk terus berprestasi.


"Keberhasilan saya juga berkat doa dan dorongan ibu saya, serta bimbingan dosen dan tim promotor," ucap Fikhri.

Baca Juga: Rusia Diguncang Gempa M 8,7 Berpotensi Tsunami di Jepang
Ia berterima kasih kepada para promotor yang mendampinginya yakni Prof Dr Mitrayana SSi, MSi, Dr drg Rini Widyaningrum M.Biotech, dan Dr Andreas Setiawan MT.


Selama menjalani studi di UGM, Fikhri berkesempatan menghadiri berbagai konferensi ilmiah di Indonesia yang memperluas jaringan dan memperkaya wawasannya. Salah satu pengalaman paling berkesan saat menjadi visiting researcher di Graduate School of Biomedical Engineering, Tohoku University, Jepang.

Baca Juga: Kronologi Dosen Universitas Hasanuddin Lakukan Pelecehan Seksual ke Mahasiswa Saat Bimbingan Skripsi: Korban Dituduh Halusinasi
"Pengalaman riset di sana memberi saya banyak wawasan baru, baik dalam kolaborasi maupun penelitian," katanya.


Menurut Fikhri, kunci keberhasilannya menyelesaikan studi dengan cepat adalah dengan menyusun jadwal harian yang seimbang antara akademik dan kegiatan sosial.


"Dengan cara ini saya bisa tetap fokus belajar sambil menikmati waktu bersama teman-teman dan terhindar dari stres berkepanjangan," ujarnya.


Ia juga menyampaikan pesan kepada mahasiswa yang sedang berjuang agar tetap menjaga semangat dan fokus pada tujuan. "Jangan hanya mengejar hasil instan, tapi nikmati prosesnya. Jangan ragu diskusi dengan dosen atau teman. Dan jangan lupa luangkan waktu untuk diri sendiri dan keluarga," pesan Fikhri. (laz)

Editor : Herpri Kartun
#FMIPA UGM #UGM #FMIPA UGM Jogjakarta #universitas hasanuddin #Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar