JOGJA - Situasi darurat sampah kembali dihadapi Kota Jogja. Kondisi itu tampak dari beberapa depo yang membeludak. Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Jogja Ahmad Haryoko mengatakan, total ada 1.000 ton sampah yang saat ini tertahan di depo.
Kondisi itu dapat terjadi karena unit pengolahan sampah (UPS) belum mampu mengimbangi produksi sampah harian. Adapun produksi sampah di Kota Jogja mencapai 260 ton per hari. Sementara kemampuan pengelolaan yang bisa dilakukan hanya hanya 200 ton. Ada 60-70 ton yang belum terolah setiap hari.
Haryoko mengakui, sisa sampah yang belum terolah itu memang belum ditangani secara maksimal. Sebab ITF Bawuran yang sebelumnya sudah bekerjasama dengan pemkot masih dalam tahap uji coba. Sehingga belum optimal untuk mengolah sampah.
Sementara jika ingin mengandalkan pembuangan sampah ke TPA Piyungan juga tidak memungkinkan. Lantaran Kota Jogja hanya mendapatkan kuota dari Pemprov DIY sebesar 600 ton sampah per bulan. "Otomatis depo kami fungsikan untuk menampung sampah,” ujar Haryoko saat dikonfirmasi lewat sambungan telepon Selasa (22/7).
Dia tidak menampik memang butuh waktu lama untuk mengoptimalkan kembali pengolahan sampah. Namun pihaknya optimistis depo-depo di Kota Jogja bisa bersih kembali pada hari Minggu (27/7) mendatang. Sebab, pekan ini jadwal pembuangan ke TPA Piyungan sudah kembali dibuka.
Pantauan Radar Jogja, sejumlah depo memang penuh. Misalnya di Depo Mandala Krida dan Depo THR. Pada dua depo itu sampah nampak menggunung dan sebagian sudah tumpah di luar depo.
Sejatinya, upaya pengurangan tumpukan sampah pada depo sudah dilakukan. Terlihat ada satu alat berat yang dikerahkan di Depo Mandala Krida untuk mengeruk gunungan sampah. Selain itu ada sekitar lima truk pengangkut sampah yang mengantri muatan.
“Truk yang terisi sampah sementara akan kami simpan di kantor, sambil menunggu evakuasi pengolahan,” ungkap Haryoko.
Terpisah, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menyampaikan, pihaknya telah melakukan terobosan untuk menanggulangi permasalahan sampah. Salah satunya lewat optimalisasi pemilahan sampah sebelum masuk ke depo dengan model padat karya.
Hasto mengaku, program itu sudah diujicobakan pada empat depo. Meliputi Mandala Krida, Lapangan Karang, THR, dan Kotabaru yang mengampu 21 kelurahan.
“Uji coba pemilahan sampah di depo dilakukan untuk menekan volume sampah yang diangkut UPS,” katanya di sela rapat koordinasi penanganan sampah di Balai Kota Jogja, Senin (22/7). (inu/laz)
Editor : Sevtia Eka Novarita