Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Penerapan Mata Pelajaran Coding dan Artificial Intelligence (AI) Tunggu Kebijakan Pusat, Beberapa SMA di DIY Mulai Persiapan

Agung Dwi Prakoso • Selasa, 1 Juli 2025 | 00:00 WIB
Artificial intelligence menjadi partner mahasiswa dalam mengerjakan berbagai tugas saat ini.
Artificial intelligence menjadi partner mahasiswa dalam mengerjakan berbagai tugas saat ini.

JOGJA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berencana akan menerapkan mata pelajaran Koding atau Coding dan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan bagi siswa Sekolah Dasar hingga Menengah. Beberapa SMA di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) juga telah disiapkan untuk menyelenggarakan kebijakan tersebut. 

"Masih menunggu kebijakan pusat (untuk pelaksanaan mata pelajaran Koding dan AI)," ujar Kepala Dindikpora DIY Suhirman saat dikonfirmasi, Senin (30/6/2025).

Sembari menunggu kebijakan teknis penyelenggaraan dari Kemendikdasmen, pihaknya telah mempersiapkan beberapa SMA agar siap menerapkan kebijakan tersebut. SMA tersebut berada di wilayah Kota Jogja dan menjadi piloting atau sekolah percontohan penerapan kebijakan.

"Namun terkait seberapa jauh (persiapannya) kami masih menunggu (dari pusat)," tuturnya.

Beberapa waktu yang lalu, wakil menteri juga telah melakukan kunjungan ke Jogja untuk mengecek kesiapan pelaksanaan kebijakan tersebut. Sekolah yang dikunjungi diantaranya SMA Negeri 1 Yogyakarta dan SMA Negeri 9 Yogyakarta.

"Beberapa sekolah sudah kami siapkan. Selasa kemarin juga telah ditinjau kesiapan beberapa sekolah dengan Wamendikdasmen," terangnya.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti dalam kunjungan di MMTC Yogyakarta, Kamis (26/6/2025) mengatakan mata pelajaran Koding dan Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan rencananya mulai diajarkan kepada anak kelas 5 SD hingga SMA mulai tahun ini. Koding dan AI akan menjadi mata pelajaran pilihan bagi para siswa di Indonesia. 

"Mulai semester ganjil tahun 2025/2026," ujarnya.

Mata pelajaran baru tersebut bertujuan untuk membekali para siswa dalam kemampuan dan kesadaran digital. Harapannya, mereka dapat menggunakan teknologi dan media dengan penuh keadaban. 

"Memberikan kepada mereka nilai-nilai utama dan kesadaran untuk menggunakan teknologi itu dengan penuh keadaban," jelasnya. 

Terpisah, Kepala Sekolah SMA Negeri 3 Yogyakarta Suhirno mengatakan walaupun secara teknis pelaksanaan kebijakan tersebut belum ia terima, namun ia berinisiatif untuk melakukan persiapan. Hal itu untuk mengantisipasi apabila kebijakan tersebut telah resmi diberlakukan.

"Ini baru mulai pendataan dan pengenalan kepada guru-gurunya, (kemungkinan) semester besok (diterapkan)," ujarnya. 

Selain melakukan pelatihan kepada para calon guru pengajar, pihaknya juga mempersiapkan perangkat pembelajaran mata pelajaran koding dan AI. Walaupun mapel tersebut diproyeksikan sebagai mapel pilihan, namun di sekolahnya akan diintegrasikan pada mapel lain yang bersinggungan. 

"'Karena ini kan menjadi kebutuhan, jadi semua siswa bisa mendapatkan," tuturnya.

Menurutnya, mapel tersebut penting untuk diterapkan ke semua siswa agar mereka dapat menyesuaikan perkembangan zaman. Buku pelajaran dan kebutuhan pendukung lain juga dalam proses pemetaan dan persiapan.

"Kami akan mulai semester besok, khususnya untuk kelas X," jelasnya. (oso)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#mata pelajaran #coding #artificial intelligence #kemendikdasmen #sekolah dasar #sekolah menengah #Intelligence