JOGJA - Potensi penyebaran penyakit berbahaya pasca kepulangan haji menjadi perhatian bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.
Dinas Kesehatan (Dinkes) diketahui akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap kesehatan jamaah setelah menyelesaikan ibadahnya dari negara Arab Saudi.
Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan langkah pengawasan kesehatan jamaah haji yang berasal dari Kota Jogja.
Yakni dengan melakukan pemeriksaan suhu badan ketika para jamaah sampai di embarkasi.
Emma menjelaskan, jika ditemukan jamaah yang memiliki suhu badan di atas normal maka pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan melalui tes swab.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan apakah jamaah terinfeksi penyakit berbahaya seperti Covid-19.
Sebagaimana diketahui, Covid-19 untuk sekarang memang menjadi salah satu atensi secara nasional.
Itu menyusul meningkatnya temuan penyakit tersebut pada beberapa negara di Asia.
“Ketika jamaah haji sudah pulang ke rumahnya masing-masing, nantinya juga akan dipantau puskesmas masing-masing selama dua minggu,” ujar Emma saat ditemui, Rabu (18/6/2025).
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama (Kemenag) Kota Jogja Muhammad Tahrir menyampaikan, total jamaah haji asal Kota Jogja berjumlah 448 orang.
Mereka dijadwalkan pulang pada tanggal 3 Juli 2025 mendatang.
Tahrir mengungkap, untuk wilayah Kota Jogja pemberangkatan jamaah haji tahun ini dibagi menjadi dua kloter.
Yakni kelompok terbang (kloter) 70 dan Kloter 71.
Untuk kloter 70 akan pemberangkatannya sudah dilakukan pada tanggal 22 Mei 2025.
Sementara kloter 71 diberangkatkan pada 23 Mei 2025 lalu.
Terkait kesehatan, dia menyatakan seluruh calon jamaah haji tahun ini telah melakukan pemeriksaan kesehatan di puskesmas maupun di rumah sakit sebelum diberangkatkan.
Cek kesehatan meliputi pemeriksaan gula darah dan memastikan para jamaah sudah memiliki sertifikat vaksin seperti meningitis dan polio.
"Dari pemeriksaan kesehatan alhamdulillah semua jamaah dalam kondisi baik," terangnya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin