JOGJA - Pengentasan kawasan kumuh dan penanganan sampah yang optimal menjadi perhatian legislatif. Politisi Golkar yang mengemban jabatan sebagai anggota Komisi C DPRD Kota Jogja Muhammad Affan pun mendorong agar dua hal tersebut bisa menjadi program prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Jogja.
Affan mengatakan, pengentasan masalah sampah dan kawasan kumuh memang sudah sewajibnya menjadi prioritas. Karena dua hal tersebut memang berkaitan. Serta dikhawatirkan, dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan maupun sosial masyarakat jika tidak segera diselesaikan.
Misalnya dari sisi kesehatan, lingkungan kumuh dengan sanitasi buruk dan tumpukan sampah menjadi sarang berbagai bibit penyakit. Seperti diare, tifus, demam berdarah, dan infeksi kulit. Kondisi itu tentu sangat rentan bagi penduduk. Terutama anak-anak dan kelompok rentan seperti lansia.
Kemudian dari sisi lingkungan, kesadaran masyarakat di kawasan kumuh yang masih rendah dalam hal pengelolaan sampah, dapat berdampak buruk. Contohnya kebiasaan membuang sampah plastik dan limbah lainnya ke sungai.
Dari aspek sosial pun masyarakat yang tinggal di kawasan kumuh juga seringkali terpinggirkan dan memiliki akses terbatas terhadap layanan dasar. Misalnya akses untuk menuju pelayanan kesehatan dan sanitasi yang layak.
“Pengentasan kawasan kumuh dan pengelolaan sampah yang baik adalah langkah menuju keadilan sosial. Jika tidak diselesaikan akan menghambat investasi dan pariwisata, serta mengurangi produktivitas masyarakat,” ujar Affan Senin (5/5).
Affan pun menilai, pengentasan kawasan kumuh dan pengelolaan sampah yang efektif bukan hanya masalah kebersihan dan estetika. Namun lebih dari itu. Karena keduanya merupakan bentuk investasi penting dalam kesehatan masyarakat. Kemudian kelestarian lingkungan, keadilan sosial, pertumbuhan ekonomi, dan keberlanjutan masa depan.
Di satu sisi, dengan selesainya masalah sampah dan kawasan kumuh akan membawa manfaat signifikan bagi seluruh lapisan masyarakat. Sekaligus menjadi bentuk tabungan jangka panjang demi kemajuan Kota Jogja.
“Kawasan kumuh dan masalah sampah merupakan dua isu krusial yang saling berkaitan dan memiliki dampak negatif yang luas jika tidak kunjung diselesaikan,” tegas Affan. (*/inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita