JOGJA- Pembangunan fisik gedung baru DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) di Lapangan Kenari, Mujamuju, Umbulharjo, Jogja dimulai.
Itu ditandai dengan peletakkan batu pertama oleh Gubernur DIY Hamengku Buwono X (HB X), Ketua DPRD DIY Nuryadi dan jajaran pejabat lainnya, Jumat (25/4/2025).
“Gedung (baru) ini adalah simbol demokrasi daerah, tempat bertemunya ide, dialog, dan aspirasi yang mewakili beragam kepentingan masyarakat,” ujar Nuryadi dalam acara peletakan batu pertama Gedung DPRD DIY.
Pembangunan gedung tersebut dianggarkan sebesar Rp 293,8 miliar menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DIY.
Luas lahan yang digunakan 51.174 meter persegi dengan luas bangunan 26.336 meter persegi.
"Akan dibangun enam lantai dengan tinggi bangunan mencapai 32 meter," tuturnya.
Alasan rencana pemindahan gedung DPRD dari Jalan Malioboro ke Lapangan Kenari tersebut di antaranya karena lokasi gedung DPRD di Jalan Malioboro dianggap kurang strategis untuk menampung aspirasi masyarakat secara optimal.
Letaknya yang berada di kawasan wisata utama seringkali dipadati wisatawan.
"Kelembagaan DPRD jadi kurang maksimal dan akses masyarakat kurang nyaman," bebernya.
Selain itu pemindahan tersebut juga sebagai upaya memaksimalkan fungsi Malioboro sebagai kawasan wisata dan budaya.
Itu berkaitan dengan penataan Malioboro sebagai ruang publik, pedestrian dan pusat budaya agar lebih optimal.
"Pemindahan ini bertujuan untuk mendukung pembangunan Jogja Planning Gallery (JPG)," terangya.
PT Waskita Karya terpilih menjadi kontraktor pelaksana yang akan mengerjakan pembangunan tersebut.
Target penyelesaian proyek dimungkinkan pada Desember 2026.
"Tidak hanya akan menjadi monumen pembangunan, tetapi juga menjadi warisan bagi generasi mendatang, ruang yang merekam sejarah, menyimpan dinamika demokrasi, dan menyuarakan harapan rakyat,” jelasnya.
Gubernur DIY Hamengku Buwono X berharap gedung baru tersebut beetul-betul bisa menjadi rumah demokrasi rakyat.
Bukan sekadar mempunyai dinding dan jendela luas secara fisik, namun juga diartikan untuk menampung aspirasi publik. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin