JOGJA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) DIY optimistis masa low season atau musim sepi kunjungan wisatawan tidak akan berdampak signifikan terhadap aktivias pusat perbelanjaan di Jogja.
Ini karena dibarengi dengan momentum kembalinya anak sekolah usai libur Lebaran.
Ketua APPBI DIY Surya Ananta memproyeksikan setelah masa libur Lebaran 2025 ini akan masuk ke masa low season.
Namun, dia melihat masih ada harapan dalam dua bulan ke depan. Terutama dengan momen back to school.
“Biasanya kembalinya anak sekolah disertai dengan liburan atau belanja perlengkapan sekolah," kata Surya, Senin (14/4/2025).
Dia tetap yakin tidak akan terjadi penurunan drastis pada kunjungan di pusat perbelanjaan, meski low season selalu ditandai dengan penurunan pengunjung.
"Low season ini kami masih punya optimisme tidak akan anjlok atau tidak terlalu slow banget," ujarnya.
Maka, dia meminta para pelaku usaha di pusat pebelanjaan baik pengelola mal maupun tenan aktif mendorong berbagai program promosi dan inovasi.
Hal ini penting agar animo masyarakat tidak menurun secara signifikan di luar ekspektasi.
Surya mendorong semua pihak untuk memanfaatkan berbagai momen yang ada. Karena DIY sangat bergantung pada pengunjung dari luar kota.
Perputaran uang dan pergerakan usaha di sini banyak disumbang oleh wisatawan atau masyarakat dari luar daerah.
“Jogja tidak bisa hanya bertumpu pada masyarakat lokal saja untuk menghidupi sektor retail dan perbelanjaan," jelasnya.
Pun dia menekankan pentingnya kesiapan menghadapi setiap momen liburan atau long weekend.
Menurutnya, kehadiran momentum semacam itu harus dimanfaatkan secara maksimal melalui program-program yang menarik agar bisa mendatangkan minat kunjungan dari luar daerah.
Selain juga diharapkan adanya inovasi berkelanjutan, dia berharap ada momentum yang bisa menjadi pemicu peningkatan kunjungan.
Maka dari itu, setiap kali ada momen libur, pihak pusat perbelanjaan harus benar-benar siap dan memiliki strategi matang untuk bisa memanfaatkannya.
“Tujuannya tentu saja untuk menarik minat masyarakat, khususnya dari luar Jogja, agar tetap menjadikan kota ini sebagai destinasi belanja dan wisata," tambahnya. (tyo/wia)
Editor : Winda Atika Ira Puspita