Di mana dari data yang telah dihimpun, ada sebanyak 23.825 tiket telah terjual pada hari tersebut.
Manajer Humas KAI Daop 6 Jogjakarta Feni Novida menjelaskan meski pemesanan tiket terbanyak jatuh pada hari Minggu (6/4) nanti, tapi menurutnya angka penjualan tiket tersebut masih terbilang sangat dinamis.
Mengingat penjualan tiket sendiri masih akan terus berlangsung.
Pihak KAI Daop 6 Jogjakarta sendiri telah mencatat ada lima hari jumlah tertinggi pemesanan tiket kereta jarak jauh di momen arus balik lebaran Idulfitri.
Yang pertama pada 3 April terhitung ada sebanyak 23.387 tiket yang telah terjual.
Kemudian pada 4 April terhitung ada sebanyak 22.970 tiket terjual, lalu pada 5 April sebanyak 23.604 tiket juga sudah dipesan pelanggan
Pada 6 April telah terjual tiket sebanyak 23.825 lembar, dan yang terakhir pada 7 April sebanyak 22.027 tiket yang telah terjual.
Dari 31 Maret lalu terhitung penjualan tiket KA lebaran menunjukkan tren positif dengan total tiket yang telah terjual mencapai 367.414, atau sekitar 88 persen dari total kapasitas yang telah disediakan yakni sebanyak 418.122.
"KAI Daop 6 Telah memberangkatkan total 218.321 pelanggan selama masa angkutan lebaran," kata Feni, Selasa (1/4).
Feni mengungkapkan, untuk menambah kenyamanan dan praktis saat arus balik di momentum Lebaran tahun ini, KAI Daop 6 telah menyediakan fasilitas face recognition yang bisa dimanfaatkan oleh seluruh pelanggan.
"Di mana fasilitas tersebut tersedia di tiga Stasiun KAI Daop 6, yakni Jogjakarta, Lempuyangan, dan Solo Balapan," jelasnya.
Dengan adanya teknologi tersebut, Feni berharap para pelanggan KAI Daop 6 dapat melakukan boarding lebih mudah tanpa perlu menunjukkan tiket cetak atau kartu identitas masing-masing.
"Kami akan terus meningkatkan layanan demi memastikan perjalanan yang selamat, nyaman, dan berkesan bagi setiap pelanggan," tandasnya. (ayu).
Editor : Bahana.