JOGJA - Mendekati Lebaran Idulfitri arus lalu lintas mudik di wilayah DIY mulai ramai.
Mereka tak sabar ingin merayakan momentum lebaran bersama keluarga.
Dari Pantauan Radar Jogja, kendaraan berpelat nomor luar daerah mulai ramai memasuki Yogyakarta.
Salah satu pemudik yang sudah tiba di DIY adalah Muhamad Nizar.
Dia bersyukur lebaran kali ini bisa mudik ke Yogyakarta.
Tak seperti tahun kemarin, 2024 yang tak bisa mudik.
Nizar mengaku terakhir kali mudik, 2023 lalu.
"Saya kerja dan menikah dengan orang Bekasi. Tahun lalu lebaran di tempat mertua, dan belum sempat ke Jogja sama sekali, karena ada bayi," katanya saat ditemui di kawasan Malioboro, Sabtu (29/3/2025).
Nizar mengungkapkan, selama empat tahun terakhir, atau sejak menikah. Ia selalu bergantian tujuan mudik.
Setahun di Jogja, yakni rumahnya sendiri yang berada di wilayah Krapyak, Yogyakarta, dan setahun setelahnya di rumah sang istri, yang berada di Tambun, Bekasi.
"Sudah ada kesepakatan seperti itu, gantian tiap tahunnya. Senang sekali akhirnya bisa ke rumah bawa anak saya," lontarnya.
Setibanya di Jogja, Nizar ingin segera mengajak keluarganya liburan, dengan destinasi pilihan di area Kota Jogja terlebih dahulu.
Hal tersebut dilakukan karena memiliki akses yang mudah.
Ia justru memilih liburan di awal sebelum lebaran.
Menurutnya pada waktu-waktu tersebut, trafik kunjungan masih belum terlalu masif.
"Kalau liburan setelah lebaran, takut terlalu ramai, dan tidak nyaman. Selain itu, setelah lebaran mau fokus silaturahmi ke keluarga," bebernya.
Demikian juga disampaikan Tiara Pratiwi.
Perempuan asal Pakuncen, Kota Jogja ini mengaku senang akhirnya bisa kembali berkumpul melepas rindu sekaligus merayakan momen lebaran bersama keluarganya.
Disebutkan, selama dua tahun terakhir ia sedang menjalani kuliah di Australia, dan dua tahun juga menghabiskan momen lebaran di Negeri Kanguru tersebut.
"Sempat pulang tahun lalu, tapi tidak di momen lebaran. Akhirnya sekarang bisa pulang dan sempat ikut puasa di Jogja juga," serunya.
Tiara menyampaikan, bahwa berbagai kegiatan ingin segera dilakukan dan sudah masuk dalam perencanaannya.
Sebab ia sendiri pulang di Jogja hanya sekitar dua minggu.
"Jadi ingin efektif, mulai dari ketemu keluarga, teman-teman, dan liburan serta coba banyak kuliner baru," lontarnya.
Selanjutnya, salah satu kusir andong di wilayah Malioboro, Sujono membeberkan, trafik pemudik atau wisatawan sudah mulai terasa dampaknya di kawasan Malioboro, setidaknya sudah tiga hari terakhir.
"Tiga hari ini mulai ramai. Banyak yang datang dari luar kota," ujarnya.
Untuk tarif andong, Sujono menyampaikan bahwa ia menetapkan beberapa tarif sesuai jarak tempuh.
Namun dalam prosesnya, juga didasari atas negosiasi dengan penumpang.
Mengingat, momen hujan dan kepadatan lalu lintas membuat jarak tempuh menjadi makin lama.
"Mulai 150 ribu sampai 250 ribu. Saya biasanya dari siang sampai malam. Tapi kalau hujan seharian ya biasanya gak narik dulu," pungkasnya. (iza)
Editor : Meitika Candra Lantiva