JOGJA - Plengkung Nirbaya atau Plengkung Gading ditutup total secara mendadak pasca ujicoba rekayasa sistem satu arah (SSA) baru berjalan empat hari. Selain alasan konservasi bangunan cagar budaya, kebijakan itu berpotensi menimbulkan pergeseran arus lalu lintas (lalin) dan kepadatan kendaraan di titik lain.
"Tiang lampu utara dimatikan, sekarang (simpang Plengkung Gading) menjadi simpang 3, bukan simpang 4. Jadi lebih cepat putarannya (waktu siklus lampu APILL)," ujar Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub DIJ Rizki Budi Utomo saat dikonfirmasi Senin (17/3).
Plengkung Gading terletak di simpang empat yang menghubungkan Jalan Gading, MT Haryono, DI Panjaitan dan Mayjend Sutoyo. Setelah ditutup, kendaraan dilarang masuk ataupun keluar dari Jalan Gading.
Uji coba SSA yang hanya dilakukan empat hari itu, lanjut Rizki, dilakukan untuk mengetahui pola arus. Mereka mengamati apabila plengkung dikurangi beban lalu lintas, kendaraan akan bergeser ke mana.
"Sejalan dengan pelaksanaan SSA, saya menempatkan surveyor di ujung-ujung jalan untuk menghitung volume kendaraan," tuturnya.
Dalam empat hari, setidaknya dishub sudah mengetahui gambaran pola lalu lintas kendaraan. Data pola lalin kendaraan tersebut saat ini masih dalam proses analisis.
Menurutnya, pola lalin yang muncul yakni bergesernya beban arus kendaraan dari Plengkung Gading terutama ke daerah simpang 3 THR yang menghubungkan Jalan Brigjen Katamso dengan Mantrigawen Lor atau area Pojok Beteng Wetan.
Pengendara banyak masuk area dalam beteng keraton lewat simpang Mantrigawen Lor atau THR (Purawisata) itu. "Itu yang menjadi agak krusial, sementara simpang itu belum ada lampu lalu lintas," tandasnya.
Mengatasi permasalahan tersebut, Dishub DIJ telah berkoordinasi dengan Dishub Kota Jogja untuk rencana pengadaan lampu lalu APILL (Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas) sementara atau portable. Namun sampai saat ini rencana itu belum direalisasikan. "Kami tidak ada anggaran untuk memasang lampu lalu lintas," terangnya.
Ia menilai simpang itu perlu untuk dipasangi lampu APILL bahkan permanen. Terlebih setelah adanya penutupan Plengkung Gading. Menurutnya, apabila simpang tersebut terdapat lampu APILL, petugas akan lebih mudah melakukan pemantauan dan pengaturan lalu lintas. "Sementara personel kami ploting di simpang THR itu," ungkapnya.
Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho saat dikonfirmasi terkait perlunya penambahan lampu APILL di simpang 3 Mantrigawen mengatakan, hal itu dihandle langsung oleh Dishub DIJ. Mulai dari analisa sebelum dan sesudah penutupan plengkung hingga rencana tindakan dilakukan oleh Dishub Provinsi. "Kami membantu hal teknis," ujarnya. (oso/laz)
Editor : Heru Pratomo