JOGJA – Bursa Efek Indonesia (BEI) Yogyakarta mencatat hingga Januari 2025, jumlah investor pasar modal di DIY meningkat signifikan.
Tercatat adanya tambahan 5.408 investor dalam satu bulan, dari Desember 2024 ke Januari 2025.
Pertumbuhannya sebesar 2,35 persen dibandingkan dengan data investor yang tercatat pada Desember 2024.
Kepala Kantor Perwakilan BEI Yogyakarta Irfan Noor Riza menyampaikan, dengan bertambahnya jumlah investor tersebut, total investor pasar modal di DIY pada Januari 2025 tercatat menjadi 235.263 orang.
Baca Juga: Mobil Terperosok ke Jurang di Gunungkidul, Pengemudi dan Penumpang Alami Luka-Luka
Hal ini, menurutnya, merupakan pencapaian yang menggembirakan. Terutama mengingat jika dibandingkan dengan data Januari 2024, jumlah investor hanya sekitar 190.158 orang. Yang berarti ada pertumbuhan sebesar 23,72 persen dalam kurun waktu satu tahun.
“Momentum yang baik di awal tahun. Ini membuat kami bersemangat,” katanya, Jumat (7/3/2025).
Dia mengungkapkan, pencapaian itu menunjukkan bahwa minat terhadap pasar modal terus meningkat.
Sekaligus mengindikasikan bahwa pasar modal Indonesia masih memiliki daya tarik yang kuat. Baik di tingkat nasional maupun daerah, khususnya di DIY.
Baca Juga: Berbagi Berkah dan Jaga Solidaritas, Alumni SMPN 5 Jogja Bagikan Takjil selama Ramadan
Oleh karena itu, BEI Yogyakarta sangat optimistis target untuk menambah 50.000 investor baru hingga akhir tahun 2025 akan tercapai, berkat kepercayaan yang terus berkembang di masyarakat.
“Kami optimistis pasar modal di Indonesia masih dipercaya dan masih menarik di mata masyarakat, khususnya calon-calon investor yang ingin berinvestasi,” ujar Irfan.
Dia juga menekankan pentingnya edukasi pasar modal sebagai salah satu faktor utama dalam mendorong pertumbuhan jumlah investor.
BEI Yogyakarta telah melakukan berbagai upaya edukasi yang masif melalui kampanye "Aku Investor Saham", yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang keuntungan berinvestasi di pasar modal.
Selain itu, BEI Yogyakarta juga menjalin sinergi dengan Galeri Investasi (GI) BEI yang ada di berbagai lokasi di DIY. Serta memperluas peran Duta Pasar Modal di sejumlah perguruan tinggi di DIY.
“Pertumbuhan ini (investor) juga akan diikuti oleh pertumbuhan pasar modal di daerah, khususnya di DIY dan sekitarnya,” ucap Irfan. (tyo)
Editor : Winda Atika Ira Puspita