JOGJA - Pada bulan Ramadan banyak orang melakukan amal dan sedekah, baik berupa sumbangan uang atau makanan buka puasa.
Alasan itu menjadi dasar panitia Ramadan Masjid Agung Syuhada Jogja berani menarget perolehan donasi takjil selama Ramadan sekitar Rp 560 juta dalam sebulan. Walaupun dalam situasi banyak efisiensi anggaran.
"Tahun ini kami malah bisa mengumpulkan dana lebih cepat dari tahun lalu," ujar Ketua Panitia Ramadan Masjid Agung Syuhada Abda Syahirul Alim saat dikonfirmasi Jumat (7/3/2025).
Menurutnya, efiensi anggaran tidak begitu memengaruhi pendapatan donasi takjil yang mereka galang. Sementara besaran donasi takjil memang masih jauh dari target yang ditentukan.
Namun dirinya optimistis di akhir bulan target itu akan bisa tercapai.
"Donasi takjil itu kan hubungannya antara manusia dengan Tuhan. Efiensi anggaran saya rasa tidak ada pengaruhnya," terangnya.
Koordinator Penghimpun Donasi Takjil Masjid Agung Syuhada Jumadi menagatakan, setiap hari pengeluaran untuk menyediakan buka puasa di masjid ini sebesar Rp 15 juta. Itu dihitung dari 15 ribu per porsi dikalikan 1.000.
Belum lagi biaya untuk program-program masjid selama Ramadan lainnya yang juga sumbernya dari donasi atau sedekah jemaah.
"Rp 560 juta untuk meng-handle takjil (bahan dan operasional) selama satu bulan di bulan Ramadan ini," ujarnya.
Baca Juga: Pengkot MPI Jogja Berencana Gabung KONI Kota Jogja: Percepat Penambahan Atlet Modern Pentathlon
Donasi takjil mulai dibuka sejak Desember 2024. Metode penggalangan berbagai macam cara mulai dengan pengadaan kotak-kotak di masjid, mendirikan stan donasi di depan masjid, dan menggencarkan sosialisasi di media sosial.
"Ini untuk memudahkan jamaah yang ingin berdonasi," tuturnya.
Sejak awal dibuka hingga 28 Februari, donasi takjil yang terkumpul senilai Rp 144.374.346.
Data terakhir itu artinya masih ada kekurangan dana sekitar Rp 415 juta agar sesuai target yang ditetapkan.
"Melihat ritme dari tahun ke tahun, orang itu lebih giat untuk bersedekah atau memberi di momen Ramadan," bebernya.
Di tengah efisiensi anggaran yang terjadi di banyak lembaga khususnya pemerintahan, pihaknya optimistis target bisa terpenuhi.
Kalaupun tidak, mereka mempunyai skema-skema yang lain untuk mewujudkan itu.
"Nanti lihat di 15 Ramadan besok, apakah kekurangan tadi bisa segera tercukupkan atau belum," jelasnya. (oso/laz)
Editor : Winda Atika Ira Puspita