Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Baru Awal Tahun 2025 Dinkes Kota Jogja Catat 799 Masyarakat Jadi Pengidap Gangguan Jiwa, Ini Langkah Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo

Iwan Nurwanto • Jumat, 7 Maret 2025 | 01:24 WIB
Ilustrasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ditampung di camp assessment Dinas Sosial DIY.
Ilustrasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) ditampung di camp assessment Dinas Sosial DIY.

JOGJA - Penanganan gangguan jiwa atau mental harus menjadi perhatian serius bagi Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan. Pasalnya, pada awal tahun ini saja Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja sudah mencatat ratusan masyarakat yang menderita gangguan jiwa.

Kepala Seksi Pengendalian Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Jogja Iva Kusdyarini mengatakan, dari kurun bulan Januari hingga Februari pihaknya mencatat ada 799 kasus gangguan jiwa. Ratusan kasus itu tercatat dari jumlah masyarakat yang memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan di Kota Jogja seperti puskesmas dan rumah sakit.

Iva menyebut, kasus gangguan jiwa yang tercatat pada dua bulan pertama tahun 2025 itu bisa merupakan kasus lama maupun kasus baru. Sebab ketika memasuki awal tahun pihaknya selalu melakukan pencatatan ulang untuk kasus gangguan jiwa.

Jika melihat data selama tahun 2024, jumlah kasus gangguan jiwa di Kota Jogja mencapai 3.433 orang. Dari jumlah itu 1.096 di antaranya merupakan penderita gangguan jiwa berat. Sementara 2.337  sisanya penderita gangguan jiwa ringan

“Gangguan mental atau jiwa meliputi skizofrenia, psikotik, cemas, depresi. Serta campuran yang berupa gabungan cemas dan depresi,” ujar Iva saat dikonfirmasi, Kamis (6/3/2025).

Sementara itu, Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo menegaskan, pemerintah kota (pemkot) berkomitmen untuk memperhatikan kesehatan mental. Terlebih pada kalangan remaja, sebagai bagian dari upaya menciptakan generasi muda Kota Jogja yang memiliki daya saing.

Hasto menyebut, keseimbangan antara kesehatan jiwa dan raga bagi anak muda merupakan suatu hal yang sangat penting.

Sebab pemuda saat ini memiliki peran sebagai penentu masa depan bangsa.

Sehingga perlu pembangunan jiwa dan raga secara seimbang.

Serta pembentukan karakter, mental, keimanan, dan ketakwaan wajib  menjadi prioritas.

Hasto pun tak menampik, pada saat ini memang banyak anak muda yang mengalami gangguan mental.

Sehingga upaya penanganan memang harus mendapat perhatian khusus.

Sebagai bentuk dukungan, Pemkot Jogja akan mendorong pembentukan Adult and Youth Mental Health & Wellness Center sebagai pusat kebugaran jiwa dan raga bagi remaja. 

“Saya akan berusaha sekuat tenaga untuk mendukung inisiatif ini,” tegas mantan Bupati Kulonprogo periode 2011-2019 itu. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #ODGJ #gangguan mental