JOGJA - Rencana Kulon Progo dijadikan sebagai embarkasi haji tahun depan satu langkah lagi segera terwujud. Surat usulan embarkasi haji dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY tinggal menunggu persetujuan Menteri Agama.
"Suratnya sudah sampai ke pak Menteri, kami tinggal menunggu jawaban dari Menteri Agama," ujar Sekretaris Provinsi (Sekprov) DIY Beny Suharsono saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jogja, Rabu (5/3/2025).
Pemprov DIY belum akan melakukan pembangunan-pembangunan pendukung embarkasi seperti asrama haji dan sebagainya. Dalam jangka pendek, pihaknya akan bekerjasama dengan hotel sekitar Bandara YIA dan digunakan sebagai tempat transit calon jemaah haji.
"Itu sudah disepakati, sulaya okupansi di hotel juga terdongkrak dengan harga sesuai kesepakatan, jadi tidak perlu membangun (asrama) dulu," tuturnya.
Menurutnya Kulon Progo direncanakan bisa digunakan sebagai embarkasi haji mulai tahun depan. Adanya kerjasama dengan pihak hotel juga merupakan cara melakukan efisiensi anggaran, karena tidak ada pembangunan infrastruktur.
"Tinggal melakukan manajemen saja bersama Kemenag," bebernya.
Penggunaan hotel sebagai lokasi transit tersebut telah melalui koordinasi dengan berbagai pihak. Di samping lokasi tidak terlalu jauh dari Bandara, juga meningkatkan peredaran ekonomi perdagangan di wilayah sekitar.
"Progres pembangunan infrastruktur itu kan butuh anggaran, lah anggaran lagi efisiensi, rencana (jangka panjang) akan membuat (asrama) sendiri," terangnya.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY Ahmad Bahiej menambahkan Yogyakarta khususnya Kulon Progo sedang dalam porses pengusulan embarkasi haji. Berdasarkan Peraturan Menteri Agama No 36 Tahun 2020 terdapat tiga syarat untuk bisa menjadi embarkasi.
Pertama adanya bandara dengan standar Internasional. DIY mampu memenuhi syarat pertana yakni dengan adanya Yogyakarta Internasional Airport (YIA) di Kulon Progo yang memadai. Kedua yakni adanya kuota jemaah haji yang miniam 4.000 jemaah dalam satu embarkasi.
"Sementara Jogja jemaah hajinya adalah 3.111, tetapi kami juga mengajak warga Jawa Tengah agar diusulkan embarkasinya berangkat dari Jogja karena lebih lebih dekat daripada dari Solo," ujarnya.
Jika di total perkiraan kuota jamaah haji dari penjumlahan di Jogja, Magelang, Banyumas dan daerah lain sekitar 12.000 jemaah. Artinya kuota tersebut sudah mencukupi sekaligus menyelesaikan syarat kedua embarkasi haji.
Baca Juga: Bank Indonesia Kembali Sediakan Layanan Tukar Uang Baru Lewat SERAMBI 2025. Cek Info Lengkapnya!
Syarat ketiga yakni adanya fasilitas berupa asrama haji. Mengacu pada Peraturan Menteri Agama di atas, asrama haji artinya adalah tempat keberangkatan dan kepulangan jemaah haji.
"Jadi tidak menyebutkan harus tempat yang namanya asrama haji itu tidak," tuturnya.
Maka dari itu, Kemenag bersama Pemprov DIY, Pemkab Kulon Progo dan pengusaha hotel sekitar bandara telah berkoordinasi membicarakan kesiapan hotel yang akan digunakan sebagai tempat transit jemaah haji. Pihaknya juga telah melakukan studi kelayakan setiap hotel yanh dimaksud.
"Semua pihak terkait sudah menyimpulkan bahwa kami siap untuk menjadi embarkasi haji," tegasnya.
Perwakilan dari Kemenag juga telah melakukan visitasi dan validasi di Kulon Progo. Proses berikutnya adalah menunggu surat usulan Gubernur disetujui oleh Menteri Agama. Surat tersebut telah dilayangkan sejak awal Februari.
"Jadi kami tinggal menunggu keputusan dari Menteri Agama kapan embarkasi Jogja itu akan ditetapkan sebagaimana usulan dari Gubernur," terangnya.
Hingga saat ini Menteri Agama belum memberikan keterangan menindaklanjuti surat tersebut. Secara prosedur, Menteri Agama akan melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan terlebih dahulu.
"Kaitannya dengan penerbangan pesawat," jelasnya.
Setelah dilakukan studi kelayakan termasuk visitasi, beberapa hotel di dekat Bandara YIA dipastikan mampu menampung total kuota jemaah haji. Gambaran teknisnya, hotel yang dipilih ditutup untuk umum hingga waktu pemberangkatan calon jemaah haji.
"Jadi hotel itu full hanya untuk calon jemaah haji dan panitia penyelenggara ibadah haji," tandasnya. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin