Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Dampak Efisiensi Anggaran, Dukungan Pemprov DIY untuk Jogja Fashion Week 2025 Menurun: Ini Penjelasan Disperindag..

Gregorius Bramantyo • Kamis, 27 Februari 2025 | 03:58 WIB
Launching Jogja Fashion Week 2025 di Hotel Royal Ambarrukmo, Rabu (26/2/2025).
Launching Jogja Fashion Week 2025 di Hotel Royal Ambarrukmo, Rabu (26/2/2025).
JOGJA – Adanya kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat berimbas pada dukungan Pemprov DIY terhadap ajang mode tahunan Jogja Fashion Week (JFW) 2025.
 
Tahun ini, dukungan finansial dari Pemprov DIY untuk penyelenggaraan JFW 2025 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY Yuna Pancawati menjelaskan, kebijakan tersebut tidak hanya berdampak pada kementerian dan lembaga, tetapi juga kepada pemerintah daerah.
 
Baca Juga: Ditinjau Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Tol Jogja-Bawen Ditarget Selesai 2030
 
"Memang dari Inpres Nomor 1 Tahun 2025 ini semua terdampak, tidak hanya di Pemda atau kementerian dan lembaga, tapi semuanya mengalami imbas dari peraturan tersebut," ujar Yuna, Rabu (26/2/2025).

Dia menyebut, dukungan terhadap JFW dari Pemprov DIY melalui dana keistimewaan (danais) di tahun ini menurun sampai 40 persen dibanding tahun lalu.
 
Namun, pihaknya tetap optimistis untuk menyelenggarakan event ini.

Baca Juga: HIPMI DIY Dorong Penguatan Peran Perempuan dalam Dunia Usaha
 
"Kami tetap melaksanakan penyelenggaraan Jogja Fashion Week dengan optimisme yang cukup tinggi, juga didorong oleh dukungan dari berbagai pihak," katanya.

Yuna menegaskan, meskipun tantangan cukup besar, komitmen untuk menunjukkan eksistensi sektor industri kreatif dan fesyen DIY tetap menjadi prioritas.
 
"Tahun ini, effortnya luar biasa untuk berkomitmen menunjukkan bahwa sektor industri kreatif dan fashion harus tetap eksis di DIY, khususnya dalam penyelenggaraan event JFW," tambahnya.

Baca Juga: Tekan Pengangguran, Kurikulum SMK dengan Dunia Usaha Perlu Terus Diselaraskan
 
Selain itu, Yuna juga berharap ajang JFW 2025 dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik bagi pengunjung.
 
Dia berharap nantinya ada buyers yang datang dan ada kunjungan yang datang ke JFW 2025.
 
”Kami bersama PHRI, asosiasi perjalanan wisata, dan dinas terkait mendorong agar JFW 2025 bisa menjadi salah satu destinasi kunjungan pariwisata dan dapat meningkatkan pertumbuhan industri di DIY," ucapnya.

Baca Juga: Tunaikan Nazar, Suporter Rayakan Kelolosan PSIM Jogja Ke Liga 1  Jalan Kali dari Stadion Mandala Krida sampai ke Rumahnya
 
Untuk mendatangkan buyers, Pemprov DIY juga bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan. Para buyers akan diundang melalui Kementerian Perdagangan.
 
“Kami juga menginformasikan kepada kementerian agar event yang sudah memasuki usia 20 tahun ini bisa mendapatkan perhatian lebih," imbuh Yuna.

Namun, Yuna juga mencatat adanya tantangan dalam hal aksesibilitas penerbangan internasional menuju DIY.
 
Efektivitas Yogyakarta International Airport (YIA) menjadi salah satu perhatian penting.
 
Baca Juga: Cukupi Kebutuhan Bahan Makan Bergizi Gratis, DPP Kota Jogja Naikkan Target Produksi Perikanan
 
Mengingat minimnya direct flight yang dapat menghubungkan DIY dengan buyers dari luar negeri.

“Bandara YIA tahun 2026 akan menjadi embarkasi haji. Tentu perlu terobosan agar seluruh maskapai bisa hadir di YIA. Itu akan dilakukan bersama dengan Kadin DIY dan dinas terkait untuk mendatangkan pengunjung Jogja Fashion Week yang nantinya bisa hadir melalui bandara YIA,” tandasnya. (tyo)
 
Editor : Winda Atika Ira Puspita
#Pemprov DIY #efisiensi anggaran #fesyen #Jogja Fashion Week #JFW #JFW 2025 #Disperindag DIY