JOGJA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DIY sedara resmi mengurangi jam pembelajaran siswa sekolah selama bulan ramadan. Para siswa akan difokuskan pada kegiatan keagamaan baik di sekolah maupun di rumah.
"Kami akan mengurangi 10 menit karena digunakan untuk memperbanyak ibadah," ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dindikpora) DIY Suhirman saat dikonfirmasi, Senin (24/2).
Kebijakan tersebut sesuai dengan intruksi dari Pemerintah Pusat yang berisi tentang penyesuaian jam pembelajaran siswa selama bulan ramadan. Semula satu jam pelajaran di SMA/SMK di DIY 45 menit, menjadi 35 menit selama bulan Ramadan.
"Mulai masuk bulan Ramadan sudah diberlakukan," tuturnya.
Teknis penyelenggaraannya adalah pasca siswa menjalani libur seminggu di awal bulan puasa. Pihaknya juga telah menyebarkan Surat Edaran (SE) terkait pelaksanaan penyesuaian tersebut ke seluruh SMA/SMK se DIY.
"Seminggu libur, dua minggu masuk dan libur lagi menjelang lebaran," bebernya.
Kebijakan tersebut diharapkan mendukung siswa untuk memperbanyak ibadah atau kegiatan keagamaan. Setiap sekolah juga biasanya akan mengadakan tambahan-tambahan jam untuk menyelenggarakan kegiatan yang berdifat peningkatan taqwa dan keimanan bagi siswa seperti pesantren kilat dan sebagainya.
"Jangan sampai nanti selama bulan Ramadan di sekolah aktif tapi di rumah malah tidak," tandasnya.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK N 4 Yogyakarta Widiatmoko Herbimo menambahkan sekolahnya telah menerima SE dari Dindikpora DIY. Menurutnya teknis penerapan penguran jam belajar siswa seperti tahun sebelumnya.
"Setelah libur sampai tanggal lima, terus jam pelajaran 45 jadi 35 menit," ujarnya.
Di sekolahnya juga akan diberlangsungkan agenda pesantren kilat bagi siswa kelas X dan XI. Rencananya kegiatan tersebut akan dibagi menjadi dua hari. Agar lebih efektif, dua hari tersebut tidak berurutan dan berjarak.
Baca Juga: Dishub DIY Bakal Geser Trayek Bus Listrik per Tiga Bulan, Angkut Ribuan Penumpang dalam Sebulan
"Karena gurunya terbatas juga, 1.240 siswa dengan 98 pengajar makanya kami bagi" tuturnya.
Ia memastikan kegiatan pesantren kilat tidak sampai menginao di sekolah. Hal itu untuk menekan biaya pengeluaran dan tidak membebani didwa dengan iuran yang terlalu besar.
"Kakau menginap kan harus mempersiapkan makan dan sahur, cost (biaya) terlalu besar," terangnya.
Agenda pesantren kulat akan dilakukan dari oagi hingga pukul 16.00. Materi yang diberikan diantaranya lomba keagamaan, hafalan Al Quran, Qosidah dan mengundang ustadz sebagai penceramah. (oso)
Editor : Iwa Ikhwanudin