JOGJA - Anggota Komisi A DPRD Kota Jogja mendorong agar seluruh kelurahan di Kota Jogja ikut menyukseskan program kepala daerah dalam upaya penanggulangan masalah sampah. Yakni dengan segera menyiapkan segala instrumen penjemputan sampah yang digagas oleh Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dan Wakil Wali Kota Jogja Wawan Harmawan.
Mu'adz mengatakan, permasalahan sampah di Kota Jogja memang menjadi salah satu persoalan yang harus segera diselesaikan. Namun agar bisa optimal, tentu upaya penanganannya tidak bisa dilakukan oleh pemerintah saja.
Oleh karena itu, mendorong agar masyarakat bisa ikut mensukseskan berbagai program penanganan sampah yang sudah disusun oleh kepala daerah. Agar kemudian permasalahan sampah pun bisa tertangani dengan baik.
Upaya tersebut dilakukan dengan menggandeng kemantren dan kelurahan. Menurut Mu'adz, dalam mensukseskan program itu, kemantren maupun kelurahan bisa berperan untuk menyiapkan instrumen yang diperlukan dalam program penanganan sampah. Misalnya sarana gerobak yang digunakan untuk menjemput sampah dari rumah ke rumah oleh transporter.
“(Karena merupakan, Red) lembaga pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Tentu mereka peran penting dalam dalam menyukseskan program kepala daerah,” ujar Mu'adz saat ditemui Kamis (20/2).
Selain itu, penting juga agar pemerintah kelurahan mensosialisasikan tentang bagaimana memilah sampah. Sebab dalam proses penjemputan oleh transporter, sampah yang diambil wajib dalam keadaan terpisah. Antara sampah organik dan anorganik.
Mu'adz pun mendorong, agar upaya yang dilakukan oleh kemantren dan kelurahan tidak hanya sebatas menyukseskan program penanganan sampah melalui transporter. Namun harus juga bagaimana membentuk budaya pengelolaan sampah yang baik di masyarakat.
“Kelurahan maupun kemantren harus bisa menciptakan pengelolaan sampah yang inovatif dan mandiri,” tegas Mu'adz.
Sebagaimana diketahui, wali kota dan wakil wali kota Jogja memang memiliki program penjemputan sampah sebagai langkah mengurangi tumpukan di depo. Selain itu, adanya program itu juga untuk memudahkan pemkot dalam mengelola sampah yang selama ini diproduksi oleh masyarakat. (*/inu/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita