Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hujan Mulai Menghilang di Kota Jogja, BMKG Yogyakarta Ungkap Ada Pengaruh dari Siklon Taliah, Begini Penjelasannya

Iwan Nurwanto • Rabu, 5 Februari 2025 | 23:39 WIB
citra satelit siklon tropis anggrek
citra satelit siklon tropis anggrek

JOGJA - Meski memasuki musim penghujan, kondisi cuaca di Kota Jogja cenderung mengalami panas terik pada Rabu (5/2/2025).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta meminta masyarakat agar waspada. Sebab hal tersebut pengaruh dari adanya siklon taliah.

Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta Warjono mengatakan, dari pengamatan pihaknya siklon taliah terpantau muncul di wilayah selatan Indonesia.

Tepatnya Samudera Hindia sebelah selatan Bali yang terletak pada koordinat 14,3 LS dan 116.1 BT dengan tekanan 982 mb dan kecepatan angin 50 knot (95 km/jam).

Warjono menyebut, siklon tersebut memang dapat berpengaruh terhadap kondisi cuaca di Kota Jogja.

Misalnya mulai berpindahnya awan hujan. Sehingga intensitas hujan pun semakin sedikit dan seperti hilang pada hari ini.

“Untuk awan hujan terpantau tidak ada pada hari ini saja, karena awan berpindah ke blok barat dan sebagian tertarik siklon tropis taliah,” ujar Warjono saat dikonfirmasi, Rabu (5/2/2025).

Warjono menjelaskan, dari hasil pengamatan BMKG Yogyakarta siklon tropis taliah mulai menjauh dari Pulau Jawa.

Sehingga kemungkinan besar kondisi cuaca akan kembali normal atau intensitas hujan di wilayah Yogyakarta akan kembali tinggi.

Kendati demikian, sejumlah daerah di Indonesia memang masih mengalami siklon tersebut.

Misalnya pada wilayah Papua, Nusa Tenggara Barat dan Timur, serta sebagian Lombok serta Bali.

“Sehingga untuk potensi hujan di wilayah DIY kemungkinan masih ada,” terang Warjono.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Reni Kraningtyas menyampaikan, adanya siklon taliah juga berdampak pada meningkatnya suhu udara.

Dari pantauan pihaknya rata-rata suhu selama sepekan terakhir tercatat dari 31 hingga 33 derajat celcius.

Reni pun menghimbau, agar selama musim penghujan ini masyarakat waspada terhadap berbagai potensi bencana hidrometeorologi.

Seperti hujan yang dapat disertai angin kencang dan kilat.

“Kondisi itu dapat menyebabkan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, puting beliung, pohon tumbang, hingga tanah longsor,” bebernya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#panas terik #Kota Jogja #Hujan lebat #siklon tropis