Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tekan Laju Pertumbuhan Penduduk, Pemkot Jogja Genjot Kepesertaan KB bagi Pasangan Usia Subur

Iwan Nurwanto • Sabtu, 25 Januari 2025 | 05:20 WIB

 

Ilustrasi kb pria vasektomi (DOK JAWAPOS)
Ilustrasi kb pria vasektomi (DOK JAWAPOS)

JOGJA - Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja terus berupaya menggenjot kepesertaan keluarga berencana (KB) bagi pasangan usia subur (PUS). Hal tersebut dilakukan sebagai langkah menekan laju penduduk.

Analis Kebijakan Ahli Muda Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga DP3AP2KB Kota Jogja Ummatul Baroroh mengatakan, pihaknya terus melakukan sosialisasi terkait dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP). Yakni melalui puskesmas serta kader KB yang tersebar di semua wilayah.

Selain itu, bagi ibu hamil yang melakukan pemeriksaan kehamilan juga diberikan edukasi tentang metode KB yang bisa dipilih setelah melahirkan. Dia pun memastikan, PUS dengan rentang usia 15-49 tahun yang ingin mengakses KB juga tidak dibebankan biaya apabila memiliki BPJS.

“Sementara PUS yang bukan peserta BPJS atau mandiri, juga bisa mengakses KB MKJP secara gratis melalui layanan dari DP3AP2KB Kota Jogja,” beber Ummatul Jumat (24/1/2025).

Dia membeberkan, jumlah PUS di Kota Jogja pada 2023 mencapai 39.074 pasangan. Dengan kepesertaan KB aktif 63,51 persen. Kemudian pada 2024 jumlah kepesertaan KB aktif mencapai 62,80 persen, dengan jumlah PUS 37.870 pasangan.

Jika dilihat dari jumlah, kepesertaan KB pada PUS memang mengalami peningkatan. Namun secara persentase, memang menurun. Kondisi itu disebabkan karena faktor PUS yang telah lulus.

“Misalnya ada PUS yang menopause dan ada juga yang memutuskan untuk menambah anak. Sehingga bukan tidak lagi menjadi peserta KB aktif,” sebutnya.

Selain berupaya menggenjot kepesertaan KB, pemkot juga berupaya membentuk ketahanan keluarga dengan menekan prevalensi stunting.

Ketua Tim Kerja Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Jogja Iswari Paramita menyampaikan, angka prevalensi stunting di Kota Jogja juga terus menunjukkan tren penurunan. Pada 2023, angka prevalensi stunting tercatat 11,76 persen. Kemudian berhasil turun menjadi 11,27 persen pada 2024.

 

 

Adanya penurunan prevalensi stunting itu menunjukkan dampak dari kemajuan dari program-program pencegahan stunting. Sekaligus bukti bahwa pendekatan yang dilakukan sudah berada di jalur yang tepat.

Adapun program pencegahan stunting di Kota Jogja tidak hanya menyasar balita. Namun juga remaja putri sebagai langkah pencegahan dini. Serta ibu hamil melalui pemantauan pertumbuhan anak sejak masa kehamilan.

“Langkah ini dipadukan dengan edukasi tentang ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan (PMT), dan sinergi lintas sektor,” ungkap Paramita. (inu/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#kehamilan #Keluarga Berencana (KB) #Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana #Kota Jogja #penduduk #Laju #Metode Kontrasepsi Jangka Panjang #PUS #Menekan #mkjp #DP3AP2KB #pasangan usia subur #kepesertaan #BPJS #kader KB #puskesmas #pemeriksaan