Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jelang Tahun Baru Imlek, Pengelola Klenteng Poncowinatan Jogja Mulai Bersihkan Patung Dewa

Iwan Nurwanto • Rabu, 22 Januari 2025 | 21:46 WIB
Pengurus membersihkan patung dewa dewi jelang perayaan Tahun Baru Imlek, di Klenteng Poncowinatan, Kota Jogja, Rabu (22/1/2025).
Pengurus membersihkan patung dewa dewi jelang perayaan Tahun Baru Imlek, di Klenteng Poncowinatan, Kota Jogja, Rabu (22/1/2025).

JOGJA - Menjelang Tahun Baru Imlek 2576, pengurus Klenteng Poncowinatan mulai melaksanakan kegiatan pembersihan patung pada Rabu (22/1/2025). Kegiatan yang dilaksanakan pada salah satu tempat ibadah tertua bagi penganut agama Budha dan Konghucu di Yogyakarta itu dilakukan sebagai bentuk penghormatan bagi para dewa.

Pengurus Klenteng Poncowinatan Margo Mulyo mengatakan, kegiatan bersih-bersih patung dewa merupakan salah satu tradisi rutin yang dilaksanakan tiap tahun. Kegiatan tersebut biasanya mulai dilakukan satu pekan sebelum hari raya Imlek.

Adapun pembersihan patung atau rumpang sudah dilakukan oleh pengurus klenteng bersama jemaat sejak pagi. Cara pembersihan patung mirip dengan jamasan pusaka, yakni menggunakan kain bersih dan air rendaman bunga. Cara pembersihan pun dilakukan secara detail, dengan membasuh dan mengusap hingga lekuk-lekuk patung.

Margo menyampaikan, pembersihan patung pada imlek tahun ini tidak berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaannya, hanya pada makna shio atau penghitungan tahun menurut kalender Tionghoa yang dilambangkan dengan 12 binatang.

“Kalau sekarang shio ular kayu, untuk tahun kemarin shio naga,” ujar Margo kepada wartawan.

Menurut dia, ada salah satu patung yang paling dihormati di klenteng tersebut. Yakni patung dewa Kwang Kong, seorang jenderal perang yang sangat menjunjung tinggi kejujuran. Dalam artian, ketika berperang dewa tersebut tidak menggunakan cara-cara licik untuk menumbangkan lawan-lawannya.

Margo menyebut, sosok dewa Kwang Kong sangat menjadi junjungan bagi para jemaat klenteng. Serta selaras dengan penggambaran shio tahun ini, dimana ular merupakan hewan yang licik. Sehingga harapannya sifat jujur dari Kwang Kong bisa melawan berbagai macam bentuk kelicikan.

Selain membersihkan patung-patung dewa yang jumlahnya cukup banyak. Pengurus Klenteng Poncowinatan nantinya juga akan membersihkan 18 altar di tempat ibadah tersebut. Tujuannya, agar bisa memberi kenyamanan bagi umat yang akan beribadah pada klenteng yang masih satu kawasan dengan Pasar Kranggan tersebut.

Terkait dengan sejarah, Margo menceritakan, bahwa Klenteng Poncowinatan merupakan salah satu klenteng tertua di Yogyakarta. Bangunan klenteng didirikan sekitar tahun 1860-an dan tanahnya merupakan hibahan dari Keraton Yogyakarta yang diberikan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII.

Selain berperan sebagai tempat ibadah, dulunya bangunan klenteng juga pernah menjadi tempat perlindungan bagi tentara Indonesia ketika masa penjajahan Belanda. Sebab menurut cerita dari para leluhur, tentara Belanda tidak berani masuk kedalam bangunan klenteng.

“Menurut cerita dari kakek saya, klenteng ini pernah menjadi tempat perlindungan ketika zaman perang,” ungkap Margo. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#dewa #patung #Kota Jogja #kelenteng #membersihkan #Imlek #Poncowinatan