Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kasus Diabetes Melitus di Kota Jogja Capai 17.251, Ngopi dan Nongkrong Berlama-lama Bisa Jadi Pemicu di Kalangan Anak Muda

Iwan Nurwanto • Senin, 13 Januari 2025 | 22:43 WIB
Ilustrasi anak diabetes menyuntikkan insulin.
Ilustrasi anak diabetes menyuntikkan insulin.

JOGJA - Jumlah penderita penyakit diabetes melitus (DM) di Kota Jogja selama tahun 2024 tercatat cukup tinggi. 

Bahkan angkanya melebihi kasus pada tahun 2023 lalu.

Kepala Seksi Pencegahan Pengendalian Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja Iva Kusdyarini mengatakan, pada tahun 2024 total penderita DM mencapai 17.251 kasus. 

Jumlah itu, merupakan pasien yang mengakses layanan puskesmas dan jejaring Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Menurut Iva, keseluruhan kasus DM itu tidak semuanya merupakan warga Kota Jogja.

Sebab tercatat ada 3.260 penderita merupakan pasien dari luar wilayah.

Sementara untuk 13.991 pasien terdata sebagai masyarakat Kota Jogja.

Kasus DM selama tahun 2024 itu diketahui lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2023.

Lantaran selama 2023 temuan DM di Kota Jogja hanya berkisar 14.595 kasus, atau mengalami kenaikan sebanyak 2.656 kasus.

“Data total penderita DM yang terlaporkan ke Dinkes tahun 2024 sebanyak 17.251 kasus,” terang Iva saat dikonfirmasi, Senin (13/1/2025).

Banyaknya kasus DM di Kota Jogja pun disebabkan berbagai faktor.

Namun mayoritas dikarenakan perilaku masyarakat yang kurang aktivitas fisik, konsumsi gula berlebih, serta kurangnya konsumsi buah dan sayur.

Iva pun menyebut, aktivitas yang dilakukan oleh anak-anak muda sekarang ini juga rawan menjadi pemicu penyakit DM.

Contohnya aktivitas nongkrong yang meminum-minuman manis dan sering duduk berlama-lama.

“Misalnya minum kopi yang banyak gula dan krimer, serta nongkrong tanpa aktivitas fisik bisa menjadi faktor risiko DM,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani menyampaikan, kasus DM di Kota Jogja pada tahun lalu juga melampaui rerata nasional.

Sebab secara nasional kasus DM hanya 2,9 persen.

Sementara Kota Jogja mencapai 4 persen.

Emma menyebut, kasus DM di Kota Jogja juga menyasar masyarakat dengan usia produktif.

Bahkan pihaknya mencatat ada penderita DM yang berusia sekitar 20-an tahun.

Kondisi itu tentu memprihatinkan, sebab lazimnya DM diderita orang dengan rentang usia 50 tahun ke atas.

“Itu disebabkan karena sering mengkonsumsi makanan yang berkadar gula tinggi. Namun cenderung jarang berolahraga,” terang Emma. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #dinas kesehatan #melonjak #diabetes #diabetes melitus