JOGJA - Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Daerah Istimewa Yogjakarta (DIY) kembali mencuat.
Kasus tersebut ditemukan di beberapa kabupaten/kota, dengan angka tertinggi berada di Kabupaten Gunungkidul.
"Kasus terbanyak ditemukan di Gunungkidul sebanyak 415 kasus," ujar Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) DIY Syam Arjayanti saat dikonfirmasi, Sabtu (4/1/2025).
Menurutnya, data dari Isikhnas (Sistem Informasi Kesehatan Hewan Nasional) sampai 1 Januari tercatat 824 ekor sapi suspek PMK di DIY.
Dari total keseluruhan, 21 di antaranya mati. Namun data tersebut terus berkembang seiring berjalannya waktu.
"PMK saat ini mayoritas menyasar hewan ternak jenis sapi," tuturnya.
Untuk menekan penyebaran, bebeberapa upaya telah dilakukan seperti memberikan vaksin kepada hewan ternak.
Ia mencatat proses vaksinasi hewan ternak telah menyasar setidaknya 877 hewan di seluruh DIY.
Namun, data tersebut belum sepenuhnya pasti, karena menurutnya, vaksinasi seharusnya sudah menyasar sekitar 1.250 ekor hewan.
"Kadang temen-temen di lapangan masih disibukkan dengan pengobatan, biosecurity dan belum sempat memasukkan data," jelasnya.
Data yang dihimpun oleh Radar Jogja, Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman mencatat sebanyak 317 hewan ternak terpapar PMK sepanjang 2024.
Hingga kini, dari jumlah itu 282 ekor masih positif PMK, sisanya sembuh bahkan tiga ekor di antaranya mati.
Di Kabupaten Bantul, data Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) mencatat 94 kasus sapi terpapar PMK, dengan 11 di antaranya mati.
Beralih ke Kabupaten Kulon Progo, data terakhir terdapat tiga ekor hewan ternak yang mati akibat PMK.
Menurut Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa), ketiga sapi tersebut berada di satu kandang yang sama.
Kasus PMK terbanyak terjadi di Kabupaten Gunungkidul.
Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) mencatat sebanyak 415 ekor sapi suspek PMK.
Bahkan 42 sapi di antaranya mati. Data tersebut diambil hingga akhir Desember 2024.
Radar Jogja menemukan adanya perbedaan data yang signifikan khususnya pada jumlah suspek PMK yang mati, dengan data sementara yang disampaikan DPKP DIY.
Dari data sementara DPKP DIY menyebut 21 ekor ternak mati, sedangkan temuan di lapangan menunjukkan 59 ekor sapi mati, dengan selisih lebih dari dua kali lipat. (oso)
Editor : Winda Atika Ira Puspita