JOGJA – Kunjungan wisatawan ke DIY pada libur Natal 2024 lebih ramai dari tahun sebelumnya. Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIY mencatat tingginya kunjungan ini membuat penginapan dipenuhi wisatawan. Bahkan sampai hotel di kawasan ring tiga.
Hotel ring satu sendiri merujuk pada penginapan di wilayah Malioboro dan sekitarnya. Sementara hotel ring dua berada di luar Malioboro, namun masih di dalam area Ring Road. Sedangkan hotel ring tiga berada di luar Ring Road.
Ketua PHRI DIY Deddy Pranowo Eryono mengatakan, kunjungan wisatawan di tengah cuaca yang tidak menentu masih terlihat bagus. Dia menyebut, okupansi hotel di ring satu, dua, bahkan ring tiga terpantau bagus. “Rata-rata 70 sampai 80 persen di 24 dan 25 Desember lalu,” ujarnya, Minggu (30/12).
Deddy menuturkan, angka okupansi di kawasan Malioboro bahkan mencapai 95,8 persen. Di Kota Jogja, okupansi hotel rata-rata mencapai 90 persen.Meski begitu, dia menyebut ada sedikit penurunan pada 30-31 Desember. Hal ini disebabkan karena belum adanya lonjakan signifikan dalam data reservasi wisatawan pada kedua tanggal tersebut.
Menurut Deddy, banyak wisatawan yang merencanakan pulang lebih awal pada 29 Desember untuk menyesuaikan jadwal masuk sekolah pada 2 Januari 2025. “Mereka ingin menghindari kemacetan yang biasanya terjadi di akhir tahun,” ungkapnya.
Menurunya, puncak kunjungan wisatawan terjadi pada Minggu (29/12). PHRI DIY sendiri menargetkan okupansi hotel dapat mencapai 95 persen pada masa libur Natal dan Tahun Baru ini. Sementara untuk menjaga pemerataan hunian, Deddy menekankan pentingnya alokasi penginapan di sejumlah wilayah di DIJ. "Kalau di Kota Jogja penuh, kami arahkan wisatawan untuk menginap di Kulon Progo atau daerah lain yang juga jadi tujuan wisata mereka," katanya.
Sementara itu, Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (Asita) DIY mencatat wisatawan yang datang ke DIY pada libur Natal 2024 kebanyakan berasal dari segmen keluarga. Hal tersebut membuat pola transaksi lebih banyak dari wisatawan langsung ke penyedia jasa wisata, tidak melalui jasa tour and travel.
Ketua Asita DIY Trianto Sunarjati mengatakan, tingginya jumlah wisatawan disebabkan adanya akses jalur darat berupa jalan tol yang semakin memudahkan wisatawan. Ditambah libur Natal yang juga bersamaan dengan momen libur sekolah.Sehingga membuat jumlah wisatawan semakin tinggi. “Pola liburan serta kemudahan akses membuat segmen yang banyak datang mayoritas keluarga dengan sarana kendaraan pribadi,” tuturnya. (tyo/din)
Editor : Din Miftahudin