JOGJA - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Jogja mencatat ada puluhan titik rawan macet selama masa libur natal dan tahun baru (nataru).
Mayoritas titik rawan perlambatan lalu lintas itu, diketahui pada ruas-ruas jalan menuju destinasi wisata.
Kepala Dishub Kota Jogja Agus Arif Nugroho mengatakan, dari hasil pemetaannya ada 20 titik rawan macet.
Jumlah itu terbagi dalam 11 titik rawan macet pada masa libur natal.
Serta sembilan titik rawan macet yang terjadi pada masa libur tahun baru.
Arif membeberkan, untuk titik rawan macet pada masa musim libur natal meliputi kawasan Malioboro dan kawasan Sentul.
Kemudian Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Abubakar Ali (Depan Gereja Kotabaru), Jalan Wahidin Sudirohusodo (Depan Gereja Sawokembar), dan Jalan Bhayangkara (depan Gereja GBI).
Lalu juga Jalan Bantul (depan Gereja Pugeran), kemudian Jalan AM Sangaji (Depan Gereja Jetis), Jalan Melati Wetan (Depan Gereja Baciro), Jalan Hayam Wuruk (Depan Gereja Pantekosta), serta Jalan Taman Siswa (Depan Gereja Kristen).
Sementara untuk titik rawan macet pada masa libur tahun baru Arif membeberkan, meliputi kawasan Malioboro, kawasan Tugu, dan kawasan Kridosono.
Lalu untuk ruas jalan meliputi Jalan Magelang, Jalan Kleringan, Jalan Hayam Wuruk sampai Jalan Gajah Mada, serta Jalan Dr Soetomo.
“Kemudian untuk simpang, kemungkinan yang mengalami penumpukan kendaraan berada Titik Nol Kilometer (Alun-alun Utara)."
Baca Juga: SMP Muhammadiyah Al Mujahidin Gunungkidul Jadi Sekolah Muhammadiyah Terbaik di Indonesia
"Serta Simpang Empat Demangan (Jalan Laksda Adi Sucipto),” ujar Arif saat dikonfirmasi, Minggu (22/12/2024).
Menurut Arif, potensi wisatawan luar daerah yang akan datang ke DIY pada masa libur nataru diprediksi mencapai 7,3 juta orang.
Itu berdasarkan data Kementerian Perhubungan.
Mayoritas wisatawan kemungkinan memadati destinasi-destinasi wisata di Kota Jogja.
Dia menyatakan, bahwa Dishub Kota Jogja juga telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di titik rawan kemacetan.
Kemudian juga penyiagaan personel di kawasan wisata dan pusat keramaian serta penyediaan kantong parkir resmi.
"Pada malam tahun baru juga disiapkan manajemen lalu lintas seperti penutupan Jalan Malioboro, simpang empat Tugu, dan penerapan sistem buka tutup dengan menyesuaikan kondisi lalu lintas di lapangan,” beber Arif.
Sementara itu, Kepala Unit Pengaturan Penjagaan Pengawalan dan Patroli (Turjawali) Satlantas Polresta Yogyakarta Iptu Jayeng Hadi Harjasa menyampaikan, pihaknya sudah menyiapkan skema lalu lintas khusus selama masa libur nataru.
Baca Juga: Mengenal Halimah, Hobi Berbisnis Dirikan Warung Makan Berdayakan Mahasiswa dan Ibu Rumah Tangga
Termasuk nantinya mengatur arus keluar masuk kendaraan di Kota Jogja.
Jayeng mengakui, potensi penumpukan kendaraan pada masa libur nataru tahun ini memang cukup besar.
Terlebih masa libur panjang nataru tahun yang sekarang juga bersamaan dengan libur sekolah serta pembukaan operasional Tol Jogja-Solo.
“Sehingga akan ada rekayasa lalu lintas yang disesuaikan dengan perkembangan terakhir di lapangan,” ungkap perwira polisi itu. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin