JOGJA - Setiap tahun, sektor industri memberikan kontribusi tertinggi bagi pertumbuhan ekonomi DIY. Tahun 2023 kontribusinya mencapai 11,82 persen atau Rp 13,44 triliun. Memasuki triwulan II 2024 meningkat menjadi 11,87 atau Rp 6,98 triliun.
“Tiga cabang industri yang berkontribusi terbesar pada PDRB meliputi industri makanan dan minuman, industri tekstil dan pakaian jadi, serta industri barang logam,” ungkap Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY Syam Arjayanti Kamis (5/12/2024).
Sedangkan sektor industri DIY didominasi skala kecil dan menengah. Terdiri atas 102.787 industri kecil menengah (IKM) dan memproduksi produk khas Jogja. “Baik yang berlokasi dalam sentra maupun di luar sentra. Ada 245 Sentra IKM di DIY,” lanjutnya.
Syam kembali menyinggung pemanfaatan dana keistimewaan yang mendukung ketugasan instansinya. Sejak 2013 rata-rata instansinya mengelola anggaran Rp 10,3 miliar. Dana keistimewaan digunakan untuk pembinaan sektor industri dalam bentuk peningkatan produksi, peningkatan pemasaran dan penguatan kelembagaan.
“Peningkatan produksi dilakukan melalui peningkatan pemanfaatan teknologi,” katanya. Peningkatan pemanfaatan teknologi bagi IKM produk khas Jogja dilakukan dengan pemberian bantuan mesin dan peralatan produksi kepada kelompok IKM.
Lalu pembangunan workshop gamelan dilengkapi dengan teknologi pengecoran logam dan moulding. Kemudian pembangunan UPT Kemasan dilengkapi dengan teknologi pengemasan dan layanan service keliling.
Pembangunan workshop gamelan berada di Jalan Kusumanegara No 168 Yogyakarta merupakan upaya pemerintah memberikan fasilitas gedung dan peralatan modern guna mendukung proses produksi bagi IKM gamelan DIY. Selama ini proses pembuatan gamelan dengan teknik cor dengan cetakan pasir dan tempa. Ini memerlukan waktu produksi yang lama.
“Dengan teknologi cetakan berbahan permanen atau moulding proses produksi dapat lebih cepat dan memungkinkan produksi masal,” jelas mantan wakil kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan DIY ini.
Saat ini workshop gamelan memiliki satu set moulding gamelan laras pelog dan satu set moulding gamelan laras selendro. Tahun ini mampu memproduksi satu set gamelan. Mulai 2025, workshop gamelan siap memberikan layanan kepada IKM Gamelan DIY.
Menyinggung dibangunnya kembali gedung UPT Kemasan di Jalan Laksda Adisucipto Km 8,5 Yogyakarta, memberikan layanan produksi kemasan primer, sekunder, dan tersier bagi IKM di DIY. Saat ini UPT Kemasan melayani pengemasan produk pangan olahan ke dalam kemasan primer berupa kemasan kaleng dan kemasan fleksibel (kantong, sachet dan standing pouch, Red).
Selain itu, layanannya berupa laminasi, UV Coating, Diecut, Cutting, Slitter, Slotter, Stitching, Sealer, dan Vacuum Forming. “UPT ini juga melayani jemput-antar bahan dan pesanan,” terangnya.
Menyinggung layanan service keliling melalui BPTTG DIY melayani langsung ke sentra-sentra potensial. IKM DIY yang proses produksinya terkendala karena peralatan dan mesinnya rusak dapat mengakses layanan service keliling ini tanpa harus meningggalkan rumah produksinya. Layanan ini telah didukung mobil layanan, SDM dan peralatan yang memadai.
Sekretaris Komisi B DPRD DIY Wildan Nafis ingin layanan yang sudah diberikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY dipertahankan. Bahkan dilanjutkan pada tahun depan dengan dukungan dana keistimewaan. “Yang sudah berjalan baik harus ditingkatkan,” pintanya.
Layanan yang dimaksud meliputi layanan service keliling, layanan kemasan, dan layanan produksi gamelan. Dari informasinya, dinas pada 2025 akan memberikan bantuan hibah peralatan kepada lima kelompok IKM Coklat di Kokap, Kulon Perogo, enam kelompok IKM batik, satu kelompok IKM bambu dan satu kelompok IKM tenun. (kus)
Editor : Sevtia Eka Novarita