KULON PROGO - Menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) DIJ melakukan pemantauan harga komoditas di Pasar Wates, kemarin (4/12). Mereka menilai, harga komoditas stabil. Namun, daya beli masyarakat cenderung mengalami penurunan, walaupun harga masih terjangkau.
Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) DIJ Yuna Pancawati menyampaikan, , banyak pedagang yang mengeluhkan sepinya pembeli. Kondisinya hampir sama dengan Gunungkidul. “Harga-harga tidak mengalami kenaikan," ucap Yuna.
Harga komoditas pangan relatif stabil selama tiga minggu terakhir. Sejumlah komoditas nonpangan juga tak mengalami kenaikan. Beras IR 1 Rp 14 Ribu, sedangkan IR 2 Rp 13 Ribu per kilogram. Minyak goreng curah Rp 15 Ribu dan kemasan Rp 19 Ribu. Cabai yang sempat naik turun juga mengalami kondisi stabil Rp 17 Ribu untuk cabai keriting, cabai rawit merah Rp 20 Ribu. Bawang merah Rp 35 Ribu.
Baca Juga: Bagikan Beras Gratis di Pringgokusuman Kota Jogja, Bulog Pastikan Stok untuk Nataru Aman
Kendati harga relatif stabil, pedagang mengeluhkan sepinya pembeli. Padahal dari pemantauan tim, daya beli masyarakat tak mengalami penurunan. Ada kemungkinan minat masyarakat membeli bahan pokok yang justru mengalami penurunan."Daya beli masyarakat nanti akan naik saat Nataru,” ujarnya.
Baca Juga: Bulog Mulai Distribusikan Bantuan Pangan Untuk Tahap Ketiga, di DIY Disalurkan ke 390 Ribu KPM
TPID memprediksi adanya potensi kenaikan daya beli masyarakat saat Nataru. Lantaran, saat hari Natal dan Tahun Baru masyarakat akan lebih banyak menggunakan uang mereka. Sehingga komoditas pangan nantinya akan banyak diminati.
Baca Juga: Dinkes Bantul Ungkap Pengidap HIV/AIDS di Bumi Projotamansari Hingga Sepetember 2024 Capai 127 Kasus, Didominasi Laki-Laki
Salah satu pedagang ecer beras Anik membenarkan perihal sepinya peminat. Anik yang membeli beras LM atau IR2 membeli dengan beras di Pasar Wates dengan harga Rp 12.500. Kemudian ia menjual kembali secara ecer dengan harga Rp 13 ribu."Lumayan harganya, tidak turun-turun jadi memang sebagian masyarakat mencari beras yang lebih murah," ujarnya. (gas/din)
Editor : Din Miftahudin