BOGOR - Gagalnya eksekusi pinalti Betinho di menit ke-90+9 membuat PSS Sleman harus rela kembali menelan kekalahan di lanjutan kompetisi BRI Liga 1 musim 2024/2025 setelah dibungkam oleh Dewa United dengan skor 1-2 di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (3/12) sore.
Kekalahan ini juga membuat tim yang berjuluk Super Elang Jawa ini gagal untuk mengamankan posisinya di klasemen sementara. Sebab atas kekalahan itu, tim Laskar Sembada masih tetap tidak beranjak dari posisi 15 klasemen sementara. Sedangkan tim tuan rumah Deluxe Unicorn julukan Dewa United yang sebelumnya bertengger di peringkat 12 atas kemenangan ini berhasil melanju ke posisi 10 klasemen sementara.
Pelatih PSS Sleman Mazola Junior menyatakan, sebenarnya pada pertandingan melawan Dewa United ini tim Laskar Sembada melakukan perbedaan dari pertandingan sebelumnya. Selain itu, para pemain sudah berusaha keras di dalam lapangan, mereka berusaha mendominasi sampai akhir pertandingan. "Kami sebenarnya juga mempunyai kesempatan emas melalui titik pinalti. Tapi kami tidak bisa mencetak gol," lontarnya usai pertandingan.
Baca Juga: Perkenalkan Sport Tourism Kulon Progo, Dispar dan FAJI Gelar IRF Asia Pacific Arung Progo 2024
Mazola juga mengaku, j sebelum menjalani laga melawan Dewa United inj, jajaran pelatih PSS Sleman sudah mempersiapkan timnya sama seperti saat melawan Persita Tangerang. Jajaran pelatih sudah melatih para pemain dengan rutin. Tapi yang terjadi di lapangan kali ini tim Super Ejla tidak sukses untuk mencetak gol."Pertandingan masih panjang, dan Dewa United pantas untuk mendapatkan kemenangan," katanya.
Mazola juga mengaku situasi melawan Deluxe Unicorn ini memang sangat sulit dan pihaknya juga telah menyadari ada kesempatan untuk mencetak gol melalui titik putih. Akan tetapi Betinho gagal mencetak gol. Sehingga ke depan pelatih asal Brasil ini meminta kepada para anak asuhnya agar bekerja keras lagi dalam situasi seperti ini. "Kalau kami ada kesempatan lagi untuk mencetak gol dari titik putih kami pasti bisa cetak gol. Tapi menurut saya pertandingan kali ini berbeda dari pertandingan lalu. Saya senang dengan PSS Sleman, karena sepanjang pertandingan ini bisa berusaha keras untuk bisa bangkit dari situasi sulit itu," ujarnya.
Salah satu pemain PSS Sleman Irkham Mila meminta maaf kepada para suporter tim Super Elang Jawa karena di dua pertandingan terakhir ini para pemain belum bisa mempersembahkan kemenangan. "Di pertandingan ini kami mendapatkan peluang dari titik putih tapi itu belum menjadi rezeki kami. Semoga di pertandingan selanjutnya kami bisa meraih kemenangan dan meraih hasil yang positif terus," tuturnya.
Salah satu pemain Dewa United Ricki Kambuaya mengaku, kunci sukses dari kemenangan melawan PSS Sleman adalah para pemain berhasil menjalankan instruksi dari pelatih. Sehingga bisa membuat timnya berhasil membawa hasil yang positif di laga kali ini.
Laga yang mempertemukan antara PSS Sleman dan Dewa United ini sebenarnya berjalan sangat menarik. Kedua tim bisa saling jual beli serangan. Akan tetapi Dewa United yang bermain di kandangnya sendiri berhasil memberikan berbagai gempur demi gempuran ke gawang Laskar Sembada. Hingga pada akhirnya petaka PSS Sleman hadir pada menit ke-20. Ricki Kambuaya berhasil membobol gawang Alan Bernardon melalui tendangan kerasnya. Sehingga dari gol ini membuat tim Super Elja tertinggal 0-1 dari tim tuan rumah.
PSS Sleman yang bertekad mencuri poin pun tak mau kalah. Tak berselang lama anak-anak Bumi Sembada ini berhasil membobol gawang Dewa United. Pada menit ke-25 G. Tocantins berhasil menjebol gawang Sonny Ricardo setelah menerima umpan dari Cardoso. Alhasil skor pun menjadi 1-1.
Skor imbang ini pun nampaknya tak berjalan lama, pada menit ke-45 penyerang Dewa United, Egy Maulana Vikri berhasil membobol gawang Alan Bernardon usai menerima umpan dari Ahmad Nufiandai. Gol ini menutup babak pertama dengan skor 1-2 PSS Sleman tertinggal.
Pada babak kedua, Mazola Junior langsung melakukan rotasi pemain. Mengingat timnya masih tertinggal dari tim tuan rumah. Akan tetapi upaya tersebut belum bisa menembus pertahanan kokoh dari Dewa United.
Pada menit-menit menjelang laga usai atau tepatnya pada waktu perpanjangan di babak kedua. Sebenarnya PSS Sleman mendapatkan kesempatan emas melakui tendangan pinalti setelah G. Tocantins dilanggar oleh salah satu pemain Dewa United di dalam kotak penalti.
Namun Betinho yang ditunjuk sebagai eksekutor malah menyia-nyiakan peluang tersebut. Tendangannya berhasil ditepis oleh kiper Dewa United Sonny Ricardo. (ayu).
Editor : Din Miftahudin