Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Siap-siap Macet! Dinas Pariwisata Kota Jogja Prediksi Ada Pergerakan 1,45 Juta Wisatawan di Libur Akhir Tahun

Iwa Ikhwanudin • Rabu, 27 November 2024 | 23:21 WIB
MACET : Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Jogjakarta mulai dipadati wisatawan. Sementara itu Pemkab Bantul masih enggan mengeluarkan izin keremunan massa dalam jumlah besar saat perayaan malan tahun baru. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)
MACET : Jelang libur Natal dan Tahun Baru, Jogjakarta mulai dipadati wisatawan. Sementara itu Pemkab Bantul masih enggan mengeluarkan izin keremunan massa dalam jumlah besar saat perayaan malan tahun baru. (GUNTUR AGA TIRTANA/RADAR JOGJA)

JOGJA - Dinas Pariwisata Kota Jogja memprediksi bakal ada lonjakan wisatawan saat musim libur akhir tahun mendatang. Optimalisasi kampung wisata pun dilakukan agar dapat lebih memperlama masa tinggal wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Jogja Wahyu Hendratmoko mengatakan, pada bulan Desember nanti pergerakan wisatawan atau pemudik di Kota Jogja dapat mencapai 1,45 juta orang. Kondisi itu, tentu menjadi peluang untuk semakin mempromosikan potensi wisata di Kota Jogja. Salah satunya kampung wisata.

Dia mengaku, Dinas Pariwisata Kota Jogja memang tengah gencar untuk mempromosikan kampung wisata sebagai salah satu daya tarik. Sebab kehadiran kampung wisata dapat menambah masa tinggal atau length of stay wisatawan di Kota Jogja.

“Length of stay wisatawan Kota Jogja sebesar 1,76 dari target 1,8 hari di tahun 2024,” ujar Wahyu, Rabu (27/11).

Wahyu melanjutkan, pada Selasa (26/11) pihaknya juga telah memberikan penghargaan kepada 7 dari 25 kampung wisata di Kota Jogja. Adapun Kampung Wisata Kauman meraih penilaian terbaik pada kategori daya tarik, kemudian kategori paket wisata diraih kampung Taman Sari,

Lalu kategori digitalisasi oleh diraih oleh kampung Cokrodiningratan, kategori amenitas diraih kampung Dipowinatan, kampung Suryatmajan meraih kategori produk kreatif, kampung Sosromenduran yang meraih kategori kelembagaan, serta kategori resiliensi disabet kampung Warungboto.

Wahyu menjelaskan, penghargaan kepada kampung wisata harapannya dapat memotivasi para pengelola termasuk kelompok sadar wisata (pokdarwis). Sehingga dapat mengembangkan potensi yang dimiliki. Sekaligus memberikan pendampingan kampung wisata dalam memenuhi indikator Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) dari Kemenparekraf RI.

“Penghargaan tersebut juga merupakan bentuk pendampingan kepada 25 kampung wisata dalam memperkuat atraksi, amenitas dan akses,” katanya.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Sugeng Purwanto menyatakan, kehadiran kampung wisata menjadi bukti masyarakat Kota Jogja mampu mengoptimalkan potensi yang ada. Meski dihadapkan dengan keterbatasan luas wilayah dan sumber daya alam, nyatanya masyarakat bisa memanfaatkan peluang dari segi kreativitas dan inovasi.

Dia pun menyampaikan, indeks pembangunan manusia Kota Jogja juga menjadi yang tertinggi di Indonesia. Hal tersebut menggambarkan bagaimana luar biasanya kualitas sumber daya manusia Kota Jogja.

“Termasuk bagaimana 25 kampung wisata hadir melalui ide kreatif dan inovatif, menggali dan mengembangkan potensi serta keunikan yang dimiliki," beber Sugeng.

Sugeng berpesan, keberhasilan kampung wisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan atau penghargaan yang diraih. Namun juga bagaimana pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya dilakukan secara berkelanjutan di wilayah tersebut.

Menurutnya, kampung wisata harus menjadi cerminan dari semangat guyub rukun masyarakat dengan budaya adiluhung yang dimiliki. Agar dapat optimal, tentunya diperlukan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, akademisi dan komunitas

“Sehingga dapat terus berjalan dalam pengembangan kampung wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan," tandas Sugeng. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#nataru #Natal #liburan #tahun baru