JOGJA - Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov DIJ telah usai. Tidak hanya tes di Jogja, banyak pelamar yang ujian dari luar daerah, bahkan luar negeri.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DIJ Amin Purwani mengatakan, pelaksanaan tes SKD di DIJ secara umum berjalan lancar. Selain kategori umum, terdapat satu pelamar yang merupakan kategori difabel.
"Tunanetra satu dari Bantul dan sudah terfasilitasi juga," ujarnya saat ditemui di Kompleks Kepatihan, Jogja, Senin (18/11).
Peserta ujian paling banyak melakukan tes di kantor Balai Latihan Pendidikan Teknik (BLPT), Bener, Tegalrejo, Kota Jogja. Terdapat 5.388 orang yang melakuka tes SKD di tempat itu. "Dari seluruhnya itu ada 49 yang tidak mengikuti ujian," tuturnya.
Selain di Jogjakarta, beberapa peserta yang mendaftar untuk mengisi formasi Pemprov DIJ juga melakukan tes di luar. Misalnya di BKN Jakarta ada 423 peserta, BKN Madiun 46, BKN Bandung 85, BKN Semarang 385, dan masih banyak lokasi lain.
"Ada juga yang melamar di DIJ lokasi ujiannya di luar negeri seperti Kedutaan Besar RI di Beijing satu orang dan Kedubes RI di Tokyo dua orang," bebernya.
Menurut Amin, pelaksanaan tes SKD tidak ditemukan pelanggaran seperti joki dan sebagainya. Hal itu karena pengawasan ketat yang dilakukan Panitia Seleksi Nasional (Panselnas) baik saat ujian maupun sebelum dan sesudah ujian.
"Kami juga mewanti-wanti ke peserta untuk mengabari keluarganya agar tidak terpengaruh dengan iming-iming itu," tegasnya.
Tes lanjutan CPNS, yakni Seleksi Kemampuan Bidang (SKB) di wilayah DIJ akan tetap dilaksanakan di Balai Layanan Pendidikan Teknik (BLPT) Jogja. Amin memperkirakan jumlah peserta bisa mencapai tiga kali lipat dari jumlah formasi yang tersedia.
"Jika ada 374 formasi, maka estimasi peserta mencapai sekitar 1.122 orang. Meski angka pastinya masih tergantung pada pemenuhan kuota formasi itu," tambahnya. (oso/laz)
Editor : Heru Pratomo