JOGJA - Bagi sebagian orang, kucing hanyalah hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan. Namun, bagi Atik Setyani, kucing lebih dari sekadar teman bermain.
Bahkan, dia menganggap keberadaanya ditengah-tengah mamalia karnivora dari keluarga Felidae sebagai suatu hal yang menyenangkan.
Alumnus Master and Doctoral Degree in Metallurgy and Material Engineering, Universitas Indonesia 2022 itu bahkan suka mengajak kucingnya sebagai teman ngobrol, terutama saat situasi sedang 'genting'.
"Setiap kali ujian S3, saya selalu ajak kucing saya, Bocil (nama kucingnya), ngobrol. Saya jelaskan materi ujian ke dia, dan anehnya, dia selalu menemani saya belajar. Nggak pernah pergi. Seolah tahu kalau saya butuh teman," kata Atik Setyani sembari melepas tawa.
Kisahnya itu memang cukup unik. Participant in PSM Program (Project Sarjana Muda) on Univerity Teknology
Malaysia at 2015 tersebut mengaku suka kucing sejak kecil.
"Saya memelihara 8 kucing di rumah," ucapnya.
Mulai dari kucing kampung, Anggora, hingga kucing hasil persilangan Siamese dan Maine Coon. Meski jumlahnya banyak, semua kucingnya hidup rukun dan saling akrab.
"Jarang ada pertikaian di antara mereka," kelakarnya. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin