JOGJA - Pergantian musim dari panas ke hujan seringkali membawa dampak buruk bagi kesehatan unggas dan ternak. Peternak diimbau lebih waspada menghadapi perubahan iklim ekstrem yang dapat mempengaruhi daya tahan tubuh hewan.
Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Nanung Danar Dono, Ph.D, mengatakan peralihan musim seringkali membuat unggas, seperti ayam kampung, rentan terhadap penyakit.
"Peternak ayam kampung sebaiknya ditempatkan di dalam rumah dan diberi penghangat," kata Nanung Danar Dono.
Terutama ayam muda, membutuhkan perhatian lebih. Jika tidak dijaga dengan baik, daya tahan tubuh bisa menurun dan mudah terserang penyakit.
"Peternak sebaiknya juga lebih berhati-hati saat memanen rumput," ujarnya.
Kata dia, rumput yang dipanen dekat tanah dapat mengandung telur cacing berbahaya bagi ternak. Jika tidak diperhatikan, ternak seperti kambing dan domba bisa secara tidak sengaja memakan telur cacing berbahaya, bisa terinfeksi cacing.
"Saat memanen rumput, pastikan memotong bagian atas rumput dan hindari bagian yang terlalu dekat dengan tanah," ucapnya.
Telur cacing biasanya menempel pada rumput bagian bawah dan bisa termakan ternak.
Tidak hanya itu, para peternak disarankan selalu memantau kondisi kesehatan ternak, terutama sapi dan kerbau.
"Gejala-gejala seperti lemas, berkurangnya nafsu makan, dan demam bisa menjadi tanda-tanda awal dari penyakit, seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK)," terangnya.
Maka pemeriksaan suhu tubuh ternak dengan cara memegang telinga ternak menjadi keharusan. Jika terasa panas, itu tandanya ternak mengalami demam.
"Supaya daya tahan tubuh ternak meningkat, peternak bisa memberikan suplemen vitamin B dan C," ucapnya.
Vitamin tersebut dapat membantu ternak dalam mengatasi stres lingkungan atau pemulihan setelah sakit. Suplemen diberikan dalam bentuk air minum atau melalui injeksi, dengan mengikuti dosis tepat sesuai anjuran produsen.
"Pemelihara ternak harus selalu waspada, terutama saat musim peralihan," bebernya.
Pencegahan lebih baik daripada mengobati. Perawatan yang tepat bisa menghindarkan ternak dari penyakit berbahaya.
"Peternak perlu menjaga kesehatan ternak selama pergantian musim dan cuaca yang tidak menentu," ucapnya. (gun)
Editor : Iwa Ikhwanudin