KEBUMEN - Hujan deras disertai angin kencang beberapa hari terakhir mengakibatkan bencana di sejumlah titik. BPBD Kebumen sendiri mencatat sedikitnya ada 23 kejadian bencana di 13 kecamatan akibat cuaca ekstrem. Bencana tersebut meliputi tanah longsor, banjir serta pohon tumbang.
Adapun kejadian bencana yang sampai sekarang masih ditangani petugas adalah terputusanya jembatan di Desa Klepusanggar, Kecamatan Sruweng. Jembatan penghubung antar desa tersebut putus total pada Jumat (1/11) sore akibat diterjang banjir.
Jembatan berukuran sekitar 12x4 meter tersebut rusak parah pada bagian tiang penyangga dan lantai jembatan. Bahkan tampak separuh struktur bangunan jembatan roboh akibat derasnya arus banjir. Meski tidak ada korban jiwa, putusnya jembatan ini cukup menghambat akses bagi warga setempat. "Alat berat sudah di lokasi. Kami minta puing disingkirkan supaya tidak menyumbat aliran sungai," kata Bako Humas BPBD Kebumen Heri Purwoto, Minggu (3/11).
Saat ini, BPBD sedang mempersiapkan akses darurat bagi warga. Langkah ini diharapkan menjadi solusi alternatif agar tidak menggagu aktivitas warga. Korban nihil. Sekarang tinggal fokus pasca bencana. “Tim SDA PUPR juga langsung turun ke lokasi," jelasnya.
BPBD masih terus berjibaku menangani sejumlah peristiwa bencana. Berbagai kebutuhan dampak dari bencana juga sudah dikirim ke lokasi. Dia pun mengimbau agar masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan sebagai upaya mitigasi bencana. "Logistik sudah kami kirim untuk kerja bakti. Masyarakat kami imbau waspada behubung cuaca masih ekstrem," ujarnya.
Di lain tempat, longsor terjadi di Desa Kaligending, Kecamatan Karangsambung pada Jumat (1/11) sekitar pukul 14.00. Longsor terjadi akibat talut tak kuat menahan tebing yang berada persis di atas rumah warga. Akibat kejadian ini seorang warga, Martono, 45, harus dilarikan ke rumah sakit usai tertimpa material longsor. Untuk korban patah kaki, sudah dirujuk ke RS Permata Medika. “Warga sudah gotong royong pembersihan sisa longsor," jelas Camat Karangsambung Fauziyah Nuriatun. (fid/din)
Editor : Din Miftahudin