Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kasus HIV/AIDS di Kota Jogja Naik Signifikan dari Tahun Lalu, Pengaruh Maraknya Prostitusi Online dan Offline

Adib Lazwar Irkhami • Selasa, 22 Oktober 2024 | 14:00 WIB

 

Ilustrasi HIV/AIDS. (Dok JawaPos)
Ilustrasi HIV/AIDS. (Dok JawaPos)

JOGJA - Virus HIV/AIDS harus menjadi perhatian di Kota Jogja, lantaran jumlah kasusnya terus merebak. Bahkan dinas kesehatan (dinkes) setempat mencatat ada peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi  Dinkes Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, hingga September lalu pihaknya mencatat ada 1.675 kasus HIV/AIDS. Jumlah ini lebih tinggi dari tahun 2023 yakni 1.583 kasus.

Menurut Endang, ada berbagai faktor yang membuat kasus HIV/AIDS di Kota Jogja naik signifikan. Penyebabnya karena pengaruh model prostitusi online dan offline yang kini semakin marak.

“Untuk pengidap HIV/AIDS dominan laki-laki dan sebagian besar berprofesi sebagai wiraswasta,” ujar Endang saat dikonfirmasi Senin (21/10/2024).

Dia mengaku, Dinkes Kota Jogja telah berupaya melakukan berbagai upaya pencegahan agar kasus tidak semakin merebak. Disamping itu juga dilakukan pengobatan secara rutin terhadap masyarakat yang mengidap HIV/AIDS.

Endang membeberkan, upaya yang sudah dilakukan, di antaranya, dengan melakukan promosi kesehatan. Serta surveilans atau memantau penyebaran penyakit agar dapat meminimalisasi penyebaran.

Selain itu, pemerintah kota juga mengeluarkan Perda No. 3 Tahun 2023 tentang Penanggulangan HIV/AIDS. Serta memantapkan komitmen untuk eliminasi HIV pada tahun 2030 mendatang.

"Semua puskesmas di Kota Jogja juga sudah menyediakan pengobatan untuk pengidap HIV/AIDS,"  tambah Endang.

Sebelumnya, Dinkes Kota Jogja terus melakukan penguatan dalam upaya pencegahan dan penanganan HIV/AIDS. Fokusnya terkait upaya edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan deteksi dini.

 

Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian Penyakit dan Pengelolaan Data dan Sistem Informasi Dinkes Kota Jogja Lana Unwanah menyampaikan, ada tiga program untuk mencapai eliminasi HIV/AIDS 2030. Yakni zero infeksi baru HIV, zero kematian yang disebabkan oleh HIV/AIDS, dan zero stigma atau diskriminasi terhadap penderita.

Dari tiga hal itu ada dua poin yang menjadi fokus utama mencapai eliminasi HIV/AIDS. Yaitu menjangkau orang-orang yang berisiko untuk melakukan tes, serta mengggenjot konsumsi obat apabila hasil tesnya reaktif.

"Kalau memang melakukan aktivitas yang berisiko terinfeksi HIV silakan lakukan VCT atau voluntary counseling and testing di pukesmas maupun rumah sakit. Ketika hasilnya reaktif, harus langsung konsumsi obat antiretroviral (ARV)," pesannya. (inu/laz)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#Profesi #virus hiv aids #penyakit #Wiraswasta #offline #prostitusi online #Penanggulangan #Dinkes Kota Jogja #kasus