Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Trah Sri Sultan HB II Minta Inggris Kembalikan Harta Jarahan Geger Sepehi, Presiden Prabowo Subianto Diminta Membantu karena Bagian dari Trah

Iwan Nurwanto • Minggu, 20 Oktober 2024 | 15:04 WIB
Babad Mangkubumi: GRM Sundara yang kemudian naik takhta sebagai Sultan Hamengku Buwono II menuliskan deklarasi Keraton Ngayogyakarta terjadi pada 6 November 1755. Babad karya HB II ditulis pada 1773.
Babad Mangkubumi: GRM Sundara yang kemudian naik takhta sebagai Sultan Hamengku Buwono II menuliskan deklarasi Keraton Ngayogyakarta terjadi pada 6 November 1755. Babad karya HB II ditulis pada 1773.

JOGJA -  Trah Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) II menuntut pemerintah Inggris segera mengembalikan aset dan manuskrip yang dijarah pada peristiwa Geger Sepehi tahun 1812 silam.

Bahkan trah Sultan HB II juga berharap agar presiden terlantik Prabowo Subianto dapat ikut membantu hal tersebut.

Perwakilan Trah  Sultan HB II Fajar Bagoes Poetranto mengatakan, pada peristiwa Geger Sepehi pihaknya mencatat ada 57 ribu emas yang dijarah Inggris.

Namun setelah dilakukan pendataan lebih lanjut, ternyata Inggris juga menjarah harta Sultan HB II berupa koin perak senilai lebih dari Rp 8,36 triliun.

“Ada juga harta-harta lainnya yang yang jumlahnya mencapai Rp 17 miliar lebih,” ujar Fajar dalam keterangan tertulisnya, Minggu (20/10/2024).

Menurut Fajar, harta yang dirampas oleh Inggris dalam peristiwa Geger Sepehi tertuang dalam beberapa bukti.

Di antaranya Lembaran Negara Jawa, Batavia, Sabtu, 18 Juli 1812 yang dikutip dalam makalah karya Knapman, G & Boonstra, S 2023, 'Penjarahan dan Hadiah di Jawa 1812: Legalitas dan Konsekuensinya bagi Penelitian dan Pengembalian Koleksi Raffles', Seni Kuno dan Hukum, vol. 28, nomor tiga.

Dalam lembaran tersebut tertulis ada koin perak senilai 500 ribu poundsterling atau pada tahun 2021 nilainya setara dengan USS 542 juta yang juga dijarah oleh Inggris.

Jika dirupiahkan maka nilai koin perak yang di jarah oleh Inggris mencapai Rp 8,36 triliun. 

Kemudian juga dalam tulisan Batavia Ledger' IOR/G/21/46 halaman 1225 juga tertulis Inggris menjarah harta HB II lainnya senilai $4.493 (dolar Spanyol) yang jika ditotal akan bernilai $1.150.000 USD pada tahun 2021.

Kemudian jika dirupiahkan  nilainya mencapai Rp 17 miliar lebih. 

“Dalam makalah karya Knapman, G & Boonstra, S 2023 disebutkan bahwa harta dan benda-benda penting milik HB II diduga masuk ke dalam koleksi British Museum, British Library, National Trust, Royal Collection Trust dan Victoria and Albert Museum serta Museum India di Kolkata, India,” terang Fajar.

Pelantikan Prabowo Subianto sebagai presiden juga menjadi harapan bagi trah Sultan HB II.

Fajar meminta agar, Prabowo ikut berjuang bersama pihaknya untuk menuntut Inggris mengembalikan aset dan manuskrip milik Sultan HB II.

Dia ingin agar Prabowo juga menjadikan Sultan HB II sebagai pahlawan nasional.

Sebab diketahui presiden terlantik untuk periode lima tahun ke depan itu juga merupakan keturunan Sultan HB II.  

Fajar pun mengapresiasi rencana pembentukan Direktorat Repatriasi dan Preservasi yang berada di bawah naungan Dirjen Diplomasi Kebudayaan, Kementerian  Kebudayaan. 

Hal tersebut dapat menjadi awal yang baik  dalam upaya menuntut pengembalian aset dan manuskrip milik Sultan HB II.  

“Kami menuntut agar Inggris juga meminta maaf kepada keturunan Sultan HB II karena  peristiwa Geger Sepehi 1812 telah melukai perasaan anak keturunannya,” katanya. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#harta #Geger Sepehi 1812 #Kembalikan #Geger Sepehi #inggris #Diminta