SLEMAN - Teramati 12 kali guguran lava ke arah Barat Daya ( Kali Bebeng ) dengan jarak luncur maksimum 1.700 meter.
Demikian laporan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) terhadap kondisi Gunung Merapi di Sleman terkini.
Periode pengamatan Senin 14 Oktober 2024 pukul 00.00-24.00 WIB.
Gunung Merapi memiliki ketinggian 2.968 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Terletak di perbatasan Kabupaten Sleman Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali, dan Kabupaten Klaten Jawa Tengah.
Cuaca di Gunung Merapi berawan, cerah, mendung.
Baca Juga: 5 Fakta Menarik Tentang Kopi: Dari Manfaat Hingga Kopi Termahal di Dunia
Angin bertiup lemah, sedang, tenang ke arah barat.
Suhu udara 16.8-28 °C, kelembaban udara 40.8-99 %, dan tekanan udara 871.8-918.8 mmHg.
Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-II, kabut 0-III.
Asap kawah bertekanan lemah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 20-50 m di atas puncak kawah.
Terjadi kegempaan guguran, dan hybrid/fase banyak.
Tingkat Aktivitas Gunung Merapi berada di level 3 siaga sejak 5 November 2020.
Rekomendasi BPPTKG sebagai berikut:
1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.
Baca Juga: BMKG Yogyakarta Prediksi Ada Hujan di Sejumlah Wilayah Hari Ini, Berikut Penjelasannya
2. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
3. Masyarakat agar tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
4. Masyarakat agar mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
5. Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
6. Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin