JOGJA - Kondisi geografis Yogyakarta yang berada di zona lempengan megathrust membuat wilayah Kota Jogja menjadi daerah rawan bencana gempa bumi.
Oleh karena itu, upaya antisipasi dampak bencana terhadap kelompok rentan pun dilakukan pemerintah setempat.
Kepala Bidang Pemberdayaan Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Jogja Ria Rinawati mengatakan, Kota Jogja masuk sebagai salah satu wilayah di DIY yang rawan terhadap bencana.
Itu berdasarkan Indeks Risiko Bencana Indonesia (IRBI) tahun 2022.
Adapun Kota Jogja sendiri memiliki indeks risiko kategori sedang dengan skor 69.46 dari Hasil Kajian Risiko Bencana untuk tahun 2022 - 2026.
Kondisi tersebut pun dibuktikan dengan adanya gempa 5,8 magnitudo beberapa waktu lalu.
Di samping itu, Kota Jogja juga memiliki enam potensi ancaman bencana lain.
Di antaranya banjir, cuaca ekstrem, wabah penyakit, kegagalan teknologi, kekeringan meteorologi, serta letusan gunung api.
Ria menyebut, kelompok rentan seperti perempuan, lansia, dan penyandang disabilitas menjadi perhatian pihaknya.
Sehingga DP3AP2KB pun menyelenggarakan Edukasi dan Sosialisasi Mitigasi Risiko Gempa Megathrust bagi Kelompok Rentan dan Kader Perempuan pada Rabu (11/9/2024).
“Harapannya kelompok rentan dan kader perempuan di wilayah Kota Jogja dapat menanggulangi dan paham cara antisipasi jika terjadi gempa di kemudian hari,” ujar Ria di sela kegiatan.
Staf Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Jogja Romi Eko Haryono menyampaikan, ada berbagai tindakan yang dilakukan oleh kelompok rentan ketika terjadi bencana gempa bumi.
Misalnya dengan berlindung di bawah meja atau pergi ke sudut bangunan dengan menutup kepala.
Menurut Eko, untuk menghadapi bencana pihaknya juga sudah membentuk Kelurahan Tangguh Bencana (KTB) pada 169 kampung di Kota Jogja.
Para kader KTB tersebut telah dilatih terkait edukasi kebencanaan. Khususnya gempa bumi.
“BPBD sampai saat ini terus melakukan sosialisasi terhadap mitigasi gempa melalui KTB."
"Artinya dalam setiap kelurahan sudah ada yang kami latih,” bebernya. (inu)
Editor : Iwa Ikhwanudin