Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kabar Duka, Indro Kimpling Suseno Berpulang, Diduga Terkena Serangan Jantung Usai Jatuh di Kamar Mandi

Iwan Nurwanto • Kamis, 12 September 2024 | 20:32 WIB
KRMT Indro Kimpling Suseno.  (DOKUMENTASI ACHMAD CHARRIS ZUBAIR)
KRMT Indro Kimpling Suseno. (DOKUMENTASI ACHMAD CHARRIS ZUBAIR)

JOGJA - Kabar duka menyelimuti Yogyakarta, KRMT Indro Suseno atau yang akrab disapa Kimpling meninggal dunia pada Rabu (11/9) sekitar pukul 23.00.

Diduga, budayawan yang dekat dengan lingkungan Keraton itu meninggal dunia usai terpeleset di kamar mandi.

Teman dekat Kimpling, Achmad Charris Zubair mengatakan, Kimpling diduga meninggal dunia karena serangan jantung usai jatuh dari kamar mandi rumahnya.

Pria yang akrab disapa Pak Kim itu juga sempat dibawa ke Rumah Sakit Bethesda Jogja.

Zubair mengenang, dirinya sempat beberapa kali bertemu dan bekerjasama dengan Kimpling.

Tidak terkecuali pada masa jabatan wali kota Herry Zudianto.

Di mana saat itu, dia dan Kimpling menggarap peringatan HUT Kota Jogja.

“Saya sebagai steering committee dan Kimpling sebagai organizing committee-nya,” ujar Zubair saat dikonfirmasi, Kamis (12/9/2024).

Budayawan asal Kotagede ini menyatakan, bahwa bersama Kimpling dirinya juga pernah mendeklarasikan diri sebagai bakal calon wali kota dan wakil wali kota Jogja melalui jalur independen.

Pada saat itu bakal pasangan Zubair-Kimpling mampu mengumpulkan 2/3 KTP pendukung.

Menurut Zubair, tujuan pencalonan pada itu bukan semata-mata untuk meraih kemenangan.

Namun lebih kepada memberikan pendidikan demokrasi kepada masyarakat.

Bahwa calon kepala daerah tidak harus melalui partai politik.

Sebab merupakan hak semua warga negara.

“Di hari terakhir, ada yang menawari sisa kekurangan ktp, tapi dengan mahar sejumlah uang."

"Bahkan waktu itu sudah ada pengusaha yang akan membantu membayar mahar tersebut,” terang Zubair.

Namun, Zubair menegaskan, dia bersama Kimpling kala itu menolak tawaran mahar tersebut.

Bukan tanpa alasan, ketika keduanya bersedia membayar justru akan mengecewakan dan mengkhianati masyarakat yang sudah mendukung secara tulus.

“Kimpling menerima usul saya (menolak mahar KTP) dan kami mundur dari pencalonan."

"Tapi tidak kami sesali karena merasa punya banyak teman dan bersama dengan masyarakat Kota Jogja yang tulus,” tegas Zubair.

Dari informasi yang diterima Radar Jogja, Kimpling akan dimakamkan di pemakaman Gendeng Sonyaragi Baciro pada pukul 14.00 WIB.

Almarhum meninggalkan istri bernama RR. Arum Dinantari. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#KRMT Indro Suseno meninggal dunia #kimpling wafat #KRMT Indro Suseno wafat #Kimpling meninggal dunia